Senin, 29 April 2013

GOOD BUSINESS

GOOD BUSINESS BISNIS SEBAGAI JALAN KEBAHAGIAAN BAGIAN 1 : FLOW DAN KEBAHAGIAAN 1. Merancang masa depan Pekerjaan sangat menentukan seperrti apa hidup kita. Pekerjaan bisa salah satu aspek menyenangkan dan memuaskan yang bergantung pada tindakan kolektif kita. Hal itu dapat terwujud bila adanya kepedulian dalam setiap organisasi bisnis, untuk belajar memberi andil bagi kebahagiaan manusia secara menyeluruh, bagi pembentukan kehidupan yang nyaman dan bermakna, dan bagi terwujudnya sebuah mayarakat yang adil dan berkembang maju yang dijalankan oleh para pemimpin dan manajer bahkan para pekerja. Langkah pertama kita harus mengetahui pemimin sukses di masa lalu, kemudian, kita dapat memahami lebh baik berbagai pilihan yang mungkin dihadapi di masa sepan. Sebagai manusia, kita idak bisa melanjutkan hidup tanpa harapan. Pemimpin yang sukses di masa lalu, berdasarkan level perkembangan manusia adalah kelompok pemburu-pemburu terbaik dalam suku yang memberi hasil buruan sangat banyak bagi pengikutnya, kemudian berkembang teknologi pangan dan perang semakin canggih, maka kelompok panglima perang dan raja memegang kepemimpinan, selanjutnya pendeta dan bengsawan (tuan tanah yang kaya raya), pada masa kemudia berkembang para pedagang dan penghasil barang menjadi pemimpin yang sukses. Pada masa sekarang terdapat dua kategori manusia yang mendapatkan penghargaan paling nyata atas jasa mereke menyediakan kebutuhan materil dan spiritual masyarakat. Yaitu para ilmuwan dan para pebisnis. Pebisnis baik laki-laki maupun perempuan yang menjalankannya mmenjanjikan kepada kita kehidupan yang sejahtera, nyaman, dan menggairahkan dengan jalan memberikan kesempatan kepada kekuatan pasar untuk mengatur produksi dan konsumsi dengan cara paling efisien. Kebanyakan tokoh bisnis dan sains akan berpendapat bahwa bukanlah tanggung jawab mereka untuk memenuhi kebutuhan spiritual masyarakat. Pekerjaan seperti itu lebih baik diberikan kepada pendeta, atau pemimpin politik. Jika tidak ada pihak yang maju untuk mengambil peran itu maka bisa menjadi orang yang tidak bermoral. Perenungan atas pola sejarah amat berguna karena kita dapat memetik pelajaran darinya dan menghindari kemungkinan mengulang kesalahan. Di masa lalu sebuah kelompok elite biasanya muncul karena mereka berjanji akan memperbaiki kehidupan banyak orang. Akan tetapi, pada masa pertengahan hal itu tidaklah terbukti, hanya sebagai upaya untuk memperoleh kesenangan dan kekuasaan. Siklus perubahan antara harapan dan kekecewaan seperti itu berlangsung di kebanyakan masyarakat di seantero dunia. Cukup jelas terlihat kesamaan antara zaman dahulu dengan saat ini. Pada abad silam, pemimpin bisnis membua pernyataan yang bisa dipercaya dipercaya yang intinya menegaskan bahwa dengan mendukung beroperasinya pasar bebas, tanpa kekangan regulasi sosial dan politik, kita akan meningkatkan kualitas hidup setiap orang. Akibatnya, model yang kita pakai untuk membayangkan cara kerja dunia, menganggap bahwa produksi dan konsumsi merupakan standar bagi kemakmuran dan kesejahteraan. Dengan mudah kita dapat mengikuti dan menyimpulkan bahwa sifat dasar manusia adalah keserakahan, dan para tokoh yang menentukan keuangan saat ini akan terus menghimpun kekayaan sampai kesenjangan internal dalam pendapatan menjadi terlalu mencolok dan membuat tatanan sosial sulit bertahan. Akan tetapi, meskipun catatan sejarah tampaknya menyurutkan harapan, sesungguhnya sifat dasar manusia tidak semata-mata berpijak pada keserakahan. Pada setiap periode sejarah, terbukti ada orang-orang yang tidak hanya memedulikan keuntungan diri sendiri. Mereka menemukan kepuasan dengan mendedikasikan diri bagi peningkatan kesejahteraan bersama. Banyak pemimpin bisnis kini sungguh-sungguh berpandangan bahwa pekerjaan mereka juga mencakup tanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat yang lebih luas. Orang-orang ini tidak mendefenisikan diri mereka sebagai mesin pengeruk uang yang eksis hanya demi memuaskan hasrat yang terus meningkat untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat. Manajer seratus tahun Yvon Chouinard pendiri Pantagonia, pabrik outdoor gear, berhasil mengubah sebuah bangunan industri yang berusia hampir seabad, menjadi sebuah lingkungan yang indah. Mereka mencoba beraktivitas seolah-olah perusahaan ini akan berdiri seratus tahun yang akan datang. Bangunan yang dicat dengan warna-warna pastel, terletak di sebuah jalan kecil yang tenang, bagian dalamnya sederhana dan nyaman dengan tumbuhan tergantung pada balok. Karyawan yang berlalu lalang dengan santai bercelana pendek dan bersandal. Sinar matahari berkilauan menembus untaian tanaman wiateria, dan sekkitar satu blok ke arah barat tampak samudra terbantang dengan damai. Program Chouinard ini menyentuh aspek fundamental dari sifat dasar manusia, yaitu semacam stabilitas dalam hidup. Kita harus punya keyakinan bahwa keberadaan kita memiliki tujuan yang bermanfaat dan bernilai. Pada masa silam, keluarga membuat kehidupan sehari-hari menjadi terfokus, komunitas lokal yang memedulikan para anggotanya. Selanjutnya bisnis besar berdiri sebagai mercusuar pencerahan dan tanggung jawab sosial. Pada masa sekarang ini, para pemimpin bisnis tidak mungkin bisa menciptakan iklim keteraturan yang positif, jika perhatian mereka hanya keuntungan. Mereka juga harus mempunyai visi yang memberi makna pada kehidupan, yang menawarkan kepada orang-orang harapan akan masa depan mereka sendiri maupun anak-anak mereka. Kita sudah belajar bagaimana menghasilkan “manajer lima menit”, “manajer satu menit”. Namun, akan lebih baik lagi bila kita menanyakan pada diri kita apa yang dibutuhkan untuk menjadi seorang eksekutif yang berpartisipasi dalam membangun masa depan yang lebih baik. Yang paling utama kita butuh manajer seratus tahun untuk memimpin perusahaan. Di dunia saat ini, bisnislah yang terutama sekali memiliki kekuasaan dan tanggung jawab untuk menjadikan hidup lebih menyenangkan dan aman. Ketika perusahaan bubar dan menjelma dalam bentuk perusahaan baru tampaklah bahwa hanya sedikit orang yang menganggap serius tanggung jawab itu. Yvon Chouinard memulai karier profesionalnya sebagai seorang yang pandai besi keliling yang memiliki kecintaan akan pegunungan. Ia ahli dalam mendaki gunung, dan punya banyak minat dalam peralatan mendaki gunung, karena pada hari-hari itu sulit membeli perlengkapan mendaki gunung di Eropa, jadi ia memutuskan untuk membuatnya sendiri. Dengan kemampuan mengolah besi, ia sanggup membuat perlengkapan mendaki gunung yang lebih baik daripada yang dihasilkan orang lain. Dan dalam beberapa tahun, ia punya bisnis perlengkapan mendaki gunung yang berkembang pesat. Tetapi sukses itu ada suka dukanya, ketika mendaki semakin populer , pegunungan dinding batuyang menakjubkan itu menjadi dipenuhi lubang dan goresan dari perangkat keras yang dihujamkan kepadanya. Ia menyadari bahwa itu berarti sama saja dengan membantu meruntuhkan pegunungan yang dicintainya. Ia tahu bahwa ia tidak bisa hidup tenang kecuali jika ia mengubah haluan. Maka ia mencptakan cara baru dalam menddaki gunung yaitu dengan mengggunakan roda gigi (gear) yang bisa ditempatkan dicelah-celah yang sudah ada dan bisa digeser dengan mudah. Diharapkan cara ini bisa menjaga supaya pegunungan tetap utuh. Akhirnya ia meninggalkan sepenuhnya bisnis perlengkapan mendaki dan beralih ke bisnis pakaian, yaitu pakaian yang tahan lama. Peralihan ini tidaklah mudah, Chouinard tidak mengubah prinsip perusahaannya, yaitu tetap memiliki kualitas terbaik di dunia. Dan memiliki nilai “bukan berada di antara yang terbaik, tetapi menjadi yang terbaik pada setiap barang”. Supaya bisa membangun bisnis bertahan lama, orang harus percaya akan nilai dari karyanya itu, kalau ingin menjadi yang terbaik, perusahaan harus merekrut karyawan yang berkualitas atau ia akan terlupakan. Sebagaimana dipahami setiap pebisnis, keberlanjutan sebuah perusahaan tidak pernah terjamin karena adanya resiko yang harus dihadapi dan ketika profit menjadi tujuan utama. Situasi menjadi lebih sulit jika perusahaan itu bertujuan untuk mendapatkan lebih dari sekedar perolehan finansial belaka. Ketika Yvon Chouinard mengubah haluan Patagonia bisnis dari perangkat keras mendaki gunung menjadi memproduksi pakaian, ia bersandar terutama sekali pada kapas. Namun perlahan ia menyadari bahwa kapas yang dihasilkan industri menyerap 25% pestisida di dunia yang memerlukan lebih dari 2 galon minyak bahan dasar pestisida untuk membuat 1 kaus berbahan katun. Saat mengunjungi salah satu pemasok kapas, Chouinard menghadapi krisis pada hati nuraninya. Yaitu bahwa pesstisida dapat menyababkan penyakit kanker 10 kali lipat dari normal. Hal itu sama saja dengan ia menjalankan bisnis ranjau darat. Akhirnya ia sempat mempunyai pemikiran untuk menutup usahanya sebelum melanjutkannya. Namun, dengan keteguhan hati yang dimiliki semua pemimpin visioner, Chouinard tidak menutup pabriknya, ia menggunakan kapas organik walaupun harganya lebih mahal. Karena permintaan dari perusahaannya itu meningkat, maka sangat mendorong petani meningkatkan jumlah produksi kapas organik. Beberapa tahun kemudian, banyak pabrik-pabrik seperti Nike, Gap, dan Levi Strauss mngikuti langkah Patagonia menggunakan kapas organik. Serat organik masih merupakan persentase kecil dari total produksi kapas dunia. Namun, penggunaannya meningkat, dan layak memperlihatkan bahwa bisnis tidak perlu menuruti semangat keserakahan dan keinginan mencari jalan mudah ketika bertentangan dengan tujuan penting. Namun, tidak harus menjadi seorang pemimpin bisnis untuk meyakini apa yang dilakukan dan berpikir jangka panjang. Profesi apa saja yang memiliki komitmen terhadap pekerjaannya, lebih mungkin mengalami kemajuan dan mencapai kesuksesan. Yang lebih penting, ia menikmati pekerjaannya dan merasa bahagia ketika melakukannya. Itulah pijakan dasar sesungguhnya dari setiap aktivitas manusia, termasuk bisnis, bukan hanya keuntungan. Perpektif jangka panjang nampaknya ketinggalan zaman, karena perusahaan-perusahaan yang sukses pun gulung tikar rata-rata sesudah berumur 30 tahun. Pada era postindustrial dan postmodern ini perubahan adalah komoditass yang lebih bernilai ketimbang stabilitas. Stabilitas adalah tanda kemandekan dan kecemasan seiring dengan bertambahnya usia. Schumpeter pernah menulis bahwa “destruktif kreatif” adalah jalan menuju kreatifitas. Bila kita memakai perspektif lebih luas tentang hal-hal yang membentuk kebahagiaan, maka destruktif kreatif harus diperlembut dengan sebuah kepedulian mengemban nilai-nilai luhur. Ketika destruksi berarti memusnahkan perusahaan-perusahaan dan menghamburkan para pekerja ke udara bagaikan sekam tak berguna, itu tidak bisa disebut kreatif, namun hanya taktik jitu demi memuaskan keserakahan. Karena kini bisnis telah menjadi pemimpin masyarakat, adalah tugas yang mendasar bahwa bisnis harus membuat orang lebih bahagia. Hal itu tidak bisa bertumpu pada motivasi materil belaka, seperti uang, keamanan, kenyamanan memang penting, namun harus juga diperhatikan bagaimana agar seseorang dapat menyalurkan bakatnya sepenuhnya sehingga ia sanggup untuk mengembangkan potensinya, dan tidak penuh hanya dengan tekanan atau menjenuhkan, tetapi berpijak pada pengalaman yang sangat menyenangkan. 2. Berbisnis untuk meraih kebahagiaan Para filosof sudah lama menegaskan bahwa kebahagiaan adalah tujuan utama dalam kehidupan ini. Aristoteles menyebutnya summum bonum ”puncak kebahagiaan”. Kondisi kebahagiaan sempurna mungkin adalah sebuah ilusi, kita semua mengakui bahwa ada saat-saat ketika kita relatif merasa lebih puas, senang, dan riang dibandingkan saat-saat lainnya, hal itu yang menjadi summum bonum bagi setiap orang. Pendapat bahwa kebahagiaan dan bisnis punya kaitan, sangat bertentangan dengan intuisi kita. Karena bagi kebanyakan orang, kerja paling rendah adalah “hal yang dibensi tetapi harus dilakukan” dan paling buruk adalah sebuah beban. Namun, sesungguhnya kebahagiaan dan bisnis terkait erat. Bisnis dijalankan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Para pembeli akan dengan senang hati membayar barang dan jasa yang mereka yakini bakal membahagiakan mereka. Namun, apa yang sebenarnya bisa mengantar menusia pada kebahagiaan? Uang dan kepemilikan tampaknya tidak meningkatkan kebahagiaan melebihi batas minimum. Jika keadaan sangat miskin, memiliki lebih banyak uang membuat anda menjadi lebih bahagia. Di sisi lain bila sudah sangat kaya, tambahan uang bisa jadi tidak akan memberikan kesenangan yang cukup berarti. Ketika orang yang tertimpa musibah, merasa risau selama beberapa bulan. Namun, setelah itu mereka segera kembali ke tingkat kebahagiaan normal mereka. Sebaliknya, orang-orang yang kaya mendadak sedikit lebih bahagia selama beberapa bulan, kemudian kembali ke kondisi mereka sebelumnya, atau bahkan lebih parah lagi. Hubungan manusia sangat kuat terkait dengan kebahagiaan. Watak ekstrovert (terbuka) dan optimis bisa sangat membantu dalam meraih kebahagiaan. Begitu pula jika kita memiliki pekerjaan, khususnya pekerjaan yang kita sukai. Kaitannya dengan bisnis adalah sederhana, yaitu sebuah produk atau jasa yang bernilai adalah sesuatu yang dianggap para pembeli bisa menjadikan mereka lebih bahagia. Peluang bisnis diperoleh dengan jalan menemukan cara-cara baru untuk merespon kebutuhan ini.kemajuan teknologi yang paling canggih sekalipun tidak punya banyak arti hingga betul-betul bisa dibuktikan memberi kebahagiaan. Misalnya, sony menduga bahwa orang umumnya lebih bahagia saat mendengarkan musik ketimbang saat tidak mendengarkan musik. Untuk itu, sony menempatkan transistor dalam radio portable, sehingga orang-orang cenderung percaya bahwa jika mereka mendengarkan musik dimanapun mereka berada, mereka akan lebih bahagia dari biasanya. Dengan cara ini terciptalah pasar berlandaskan pada hasrat dan kebahagiaan. Perkembangan teknologi termotivasi oleh harapan bahwa teknologi baru akan mengantarkan kita pada kebahagiaan. Pendekatan yang digunakan dalam memahami ragamnya barang yang diyakini orang bakal membuat bahagia dikemukakan oleh Abraham Maslow, yaitu mengenai kebutuhan dasar yang meliputi makanan, busana, rumah. Terpuaskan rasa lapar dapat membuat mereka bahagia, sebagian orang yang beruntung tidak lagi memikirkan kebutuhan fisiologisnya. Namun, sebuah rumah yang sangat besar dapat terasa begitu hampa, saat itu kita mulai lebih memperhatikan keamanan, menjaga apa yang kita punya dari bahaya pada masa datang. Ketika kebutuhan akan keamanan terpenuhi, perhatian kita mulai bergeser pada kebutuhan mencintai dan dicintai. Kita kemudian mencari barang atau jasa yang yang membuat kita makin dicintai, atau pergi ke suatu tempat yang membuat kita bahagia. Banyak orang bahagia dalam level ini, namun bagi sebagian orang cinta dan rasa memiliki itu terbatas. Berikutnya yang menjadi kepuasan adalah harga diri. Sejumlah orang mencari harga diri dalam profesi terhomat, tugas yang dikerjakan dengan baik, dan keluarga yang harmonis. Sementara yang lain mencarinya lewat kekuasaan, ketenaran atau simbol-simbol seperti rumah eksklusif dan gaya hidup yang mencerminkan kesuksesan. Merasa puas dengan diri sendiri sungguh sebuah prestasi. Bagi orang lain masih terdapat pilihan lain, yaitu kebutuhan akan aktualisasi diri. Kita terlahir dengan bakat yang kebanyakan tidak kita sadari. Menurut sebagian orang level kebahagiaan tertinggi adalah sanggup mengungkapkan semua potensi yang melekat pada diri kita. Seolah-olah kebahagiaan sepenuhnya adalah ketika kita hidup 100% yaitu menggunakan sepenuhnya perlengkapan fisik dan mental yang dianugerahkan kepada kita. Sebuah bisnis dikatakan sukses bila menyediakan produk atau jasa yang memberi andil bagi kebahagiaan dalam segala bentuk pelaksanaan. Seperti produksi mobil yang ikut menjamin kelangsungan hidup dengan menggunakan sumber daya yang tidak bisa diperbaharui seminimal mungkin. Nilai pasarnya pada akhirnya bergantung pada kebahagiaan yang diharapkan akan diberikan produk tersebut. Hubungan penting lain antara kebahagiaan dengan bisnis adalah bahwa seseorang tidak bisamelakukan produksi dan distribusi seorang diri. Ada kelompok yang terkait, toko kecil, grosiran, atau konglomerat besar yang memperkerjakan ribuan orang. Bisnis yang pekerjanya bahagia terbuti lebih produktif, bermoral tinggi, dan punya rotasi karyawan yang lebih rendah. Konsekuensinya, manajer yang ingin perusahaannya untung harus memahami hal-hal yang membahagiakan orang dan mengimplementasikan pengetahuan secara efektif. Antara Nilai Yang Benar dan Nilai yang Keliru Dalam perspektif ini, “bisnis yang baik” tidak hanya bertujuan mencari keuntungan, namun memberikan kontribusi yang signifikan bagi kebahagiaan manusia. Sedangkan “bisnis yang buruk” tidak memiliki ciri-ciri bisnis yang baik. Perbedaannya sulit ditetapkan karena hampir setiap produk atau jasa bisa membuat beberapa orang lebih bahagia dari sebelumnya. Meski demikian, kita perlu membedakan antara kontribusi yang relatif lebih bernilai dengan barang yang sekilas mencerminkan bisnis yang “baik” tapi tidak memberikan kepuasan yang nyata. Setiap orang membeli komoditi dengan harapan dapat meningkatkan kebahagiaan, namun banyak yang tertipu oleh tampilan semu. Dengan kecerdikan manusia. Kita telah menemukan ribuan cara untuk mengambil keuntungan dengan memanfaatkan hasrat sesama menusia. Diantara bentuk penipuan yang paling nyata adalah klaim-klaim palsu, praktik ilegal, kolusi untuk mengendalikan perdagangan. Undang-undang yang ada tentang hal itu dapat melindungi kita dan kita sepakat bahwa hal itu adalah bisnis yang “buruk”. Yang lebih membahayakan adalah produk yang memberikan kenikmatan sesaat pada penggunanya. Jenis lain dari bisnis yang tidak baik adalah stimulasi keinginan-keinginan baru yang tidak memiliki kontribusi berarti bagi kesejahteraan manusia. Gaya hidup yang membuat stres, yang merupakan buah dari harapan akan simbol-simbol kehidupan yang lebih baik (mobil baru, rumah besar, liburan), namun pada saat bersamaan mereka mengorbankan kesempatan untuk tumbuh sebagai individu, menggapai harga diri yang benar-benar berharga, dan menciptakan hubungan yang lebih dekat. Pasar bebas adalah institusi terbaik yang pernah kita bentuk. Namun sisi negatifnya adalah ia akan menyediakan produk apapun selama meningkatnya permintaan, walau tidak punya manfaat riil. Banyak bisnis yang memanfaatkan keyakinan orang bahwa makin banyak mereka miliki maka dapat meningkatkan kualitas hidup. Akhirnya bisnis menyebabkan maraknya materialisme dalam budaya kita. Materialisme pada dasarnya tidaklah buruk, hingga tingkat tertentu kita lebih bahagia dengan memiliki dan menggunakan barang-barang. Setiap orang adalah materialis dalam batas tertentu. Namun, perhatian berlebih pada kepemilikan materi tidaklah sehat. Orang yang memandang tinggi nilai materialistis cenderung lebih tertekan, sedikit teman, hubngan yang kurang stabil, rasa ingin tahu yang rendah, kurang tertarik pada kehidupan, dan lebih mdah jenuh. Menjadikan barang-barang sebagai sandaran demi mendapatkan kebahagiaan mengantarkan kita pada kondisi kecanduan. Indikasi terbaik seorang merasa bahagia adalah dia tiddak menginginkan apapun lagi. Karena bisnis bertujuan memuaskan hasrat, atau memunculkan hasrat baru, seandainya masyarakat telah sepenuhnya bahagia, maka bisnis tidak lagi dibutuhkan. Kenyataannya, orang mencapai level kebahagiaan sempurna sangat sedikit yang membuat mereka terbebas dari keinginan. Dua Pilar Kebahagiaan Aktualisasi penuh potensi seseorang yang biasanya memunculkan kebahagiaan bergantung pada hadirnya dua proses seccara serentak. Akan lebih mudah menggapai kebahagiaan jika orang memahami cara kerja keduanya. Pertama adalah proses diferensiasi. Termasuk di dalamnya adalah menyadari bahwa kita sosok unik yang bertanggung jawab penuh atas kelangsungan dan kesejahteraan hidup. Kita akan mengembangkannya dengan senang hati kemanapun proses itu mengarah, sembari menikmati ekspresi keberadaan kita. Kedua adalah integrasi. Kesadaran bahwa betapapun uniknya kita, kita juga tidak terlepas dari jejaring hubungan dengan manusia lain, dengan simbol-simbol, dan dengan lingkungan alam yang mengelilingi kita. Seseorang yang sangat terdiferensiasi dan terintegrasi menjadi manusia yang kompleks. Orang seperti ini memiliki peluang terbaik mengembangkan kehidupan yang bahagia, berperan penting, dan bermakna. Agar sukses kita harus mendapatkan kenikmatan saat bekerja sebaik mungkin, sembari memberi andil pada sesuatu yang melampaui diri kita. Seperti Michael Markulla, salah satu co-founder Apple Computer, mengenai sikapnya terhadap bekerja, ia menyatakan selama ini mengejakan hal-hal yang menarik, dan entah bagaimana semua itu menghasilkan banyak uang. Namun itu bukan alasan utama melakukan pekerjaan di Intel, tetapi karena ia sangat menikmati pekerjaan sehingga ia mendapat banyak kepuasan pribadi yang jauh lebih penting dari uang. Jelaslah bahwa pemimpin kewirausahaan ini menemukan banyak kepuasan di dalam kerja mereka, yang merupakan harapan semua orang. Tetapi sangat sedikit pekerjaan level rendah yang memberi peluang pada para pekerja untuk merasakan kepuasan. Banyak pekerjaan yang menjemukan dan tidak inspiratif sehingga meski telah bekerja sebaik mungkin, seseorang hanya menggunakan 10% potensinya. Atau pekerjaan itu membuat stres hingga menguras energi hidup. Evolusi Kompleksitas Tahap evolusi kompleksitas tidak memberikan jaminan bahwa proses itu akan belanjut selamanya, atau bahkan hingga tahun depan. Semakin kompleks sebuah sistem, semakin tinggi improbabilitasnya, dan segala sesuatu semakin mungkin menjadi salah dan dibutuhkan semakin banyak upaya untuk menjaganya dari kerusakan. Jika otak manusia yang kompleks meyakinkan dirinya bahwa ia butuh lebih banyak lagi sumber daya materil supaya bisa bahagia, maka dengan mudah manusia bisa menyebabkan kerusakan lingkungan yang parah sehingga hanya organisme-organisme sederhana yang bisa bertahan. Evolusi telah bergerak menuju kompleksitas dan puncaknya adalah manusia. Evolusi pada masa depan akan terus menghasilkan bentuk-bentuk yang lebih kompleks, dan itu tergantung kita saat ini. Apakah dunia menjadi tempat yang menakjubkan atau mempercepat proses kehancuran dunia. Kompleksitas dan Siklus Kehidupan Kompleksitas merupakan hakikat dari yang berlangsung sepanjang kehidupan manusia. Kita bisa melihat perkembangan manusia sebagai serangkaian ayunan yang bergerak bolak balik antara gengsi dan komuni. Tahap pertama dari proses pertumbuhan ini dimulai ketika bayi pertama kali menyadari betapa lemah dan rentan dirinya, dan sangat tergantung pada orang tua. Setelah ketergantungan itu berlangsung selama satu tahun atau lebih, bayi mulai merasa kebutuhan otonomi mereka. Mereka melakukan segala sesuatu dengan cara mereka sendiri dan tidak bisa dicegah. Selanjutnya ketika anak-anak mulai menyadari dunia luar, mereka merasa ketidakberartian jika sendiri, dan mulai menaruh perhatian pada penyesuaian diri dengan teman-teman sebaya supaya diterima oleh komunitas yang lebih besar daripada keluarga. Inilah tahap komformitas dan menjadi tahap akhir dari perkembangan personal. Titik akhir pada tahap perkembangan tertinggi adalah ketika seseorang telah menyempurnakan keunikan dirinya dan mampu mengendalikan pikiran, perasaan, dan tindakannya sembari menikmati keragaman umat manusia dan merasa bersatu. Seseorang yang sudah mencapai tahap ini benar-benar disebut bahagia sabab ia sudah tidak butuh apa-apa lagi. Bisnis dan Perkembangan Manusia Kebanyakan karyawan cenderung senang mengikuti peraturan dan tidak berusaha menggoyang stabilitas. Konformitas seperti itu banyak diterima di organisasi, namun, untuk lingkungan yang kompetitif dibutuhkan lebih dari sekedar konformitas. Seperti apapun komposisi sebuah perusahaan, jika ingin menjalankan bisnis yang baik, seharusnya perusahaan berusaha menjadi tempat yang tidak menghambat pertumbuhan personal. Banyak eksekutif sukses memahami bahwa “bisnis yang baik” adalah bisnis yang diorientasi tidak semata-mata untuk meraup untung. Namun, tanggung jawab untuk menjadikan perusahaan sebagai mesin peningkatan kualitas hidup mereka. Sering kali figur ini mendasarkan tindakan mereka pada prinsip agama, atau mengembangkan nilai-nilai mereka sejalan dengan humanis sekuler. Contoh, Richard DeVos (CEO Amway) menggali inspirasi untuk menjalankan roda bisnisnya dari rasa bertanggung jawab terhadap Tuhan menurut ajaran agamany. Semangat ini mewarnai semua hubungan dan menular ke para pekerjanya. Memang nnilai-nilai religius radisional sering kali menjadi landasan yang menyebabkan orang memahami bisnis yang baik adalah pendekatan yang lebih memikirkan apa yang bisa diberikan ketimbang mengumpulkan profit. Kearifan agama-agama tradisional dan pemahaman mengenai evolusi sebagai proses yang menyebabkan entropi untuk sementara terbalik, kesimpulan bagi tujuan kita adalah bisnis yang tidak memberi andil bagi pertumbuhan dan kesejahteraan manusia tidak layak dijalankan. Tidak peduli berapa banyak keuntungan yang bisa diperoleh dalam jangka pendek. 3. Kebahagiaan dalam beraktivitas Kebahagiaan tidak muncul begitu saja, namun kita ciptakan dengan berupaya maksimal. Rasa puas karena telah mencurahkan seluruh potensi adalah hal yang memotivasi dan mengantarkan pada evolusi. Seseorang mustahil bertahan menjadi seorang pemimpin bisnis jika tidak menikmati pekerjaannya. Pekerjaannya membuat stres, jam kerja yang terasa panjang, dan akhirnya godaan menghabiskan lebih banyak waktu untuk hiburan semakin bertambah kuat. Misalnya CEO salah satu perusahaan multinasional terbesar di dunia mengatakan “bisnis adalah tanggung jawab dan tantangan besar. Bisnis adalah pekerjaan yang paling menyenangkan di dunia! Saya gembira setiap berangkat kerja setiap pagi. Saya tidak sabar untuk berada di sini. Saya tidak bisa menunggu, sebab setiap hari sesuatu yang berbeda akan terjadi”. Pengalaman dan Flow Orang dalam konteks berbeda mengalami kenikmatan yang amat mendalam. Istilah Flow (mengalir) untuk pengalaman yang dialami semua orang ini, karena begitu banyak orang mengumpamakan diri mereka terhanyut kekuatan dari luar, mengalir dengan nyaman bersama arus energi, pada momen-momen kenikmatan tertinggi. Contoh seorang pendaki gunung yang menggambarkan kondisi mentalnya saat mendaki. Ia merasa tenggelam dengan keadaan sekelilingnya dalam tebing, pergerakan yang rumit, harus mencari pegangan, posisi tubuh yang tepat, kita menjadi larut hingga kehilangan kesadaran akan identitas diri sendiri dan lebur dengan gunung. Seorang ahli bedah saat ia melakukan pekerjaannya, ia menyadari bahwa setiap gerak sangat penting, hingga ia harus luwes, berusaha mengecilkan kemungkinan darah menghilang. Baginya tugas itu sangat menyenangkan, terutama ketika kelompok kita bekerja sama dengan mulus da efisien. Kedua orang ini melukiskan flow, yaitu tugas yang dijalankan membuatnya menikmati kompleksitas sampai tingkat larut di dalamnya. Pikiran dan tindakan, diri dan lingkungan, terasa tak terpisahkan. Yang penting hanya melakukan langkah sesempurna mungkin karena nyawa dipertaruhkan. Aktivitas yang menimbulkan flow yang paling banyak diungkapkan adalah membaca buku yang bagus. Karena ketika kita membaca buku orang akan terserap ke dalam tokoh-tokoh dan perubahan situasi dalam buku itu, sampai mereka lupa diri. Begitu juga dengan bisnis, flow sangat mungkin muncul pada bisnis dan di tempat kerja. Flow merupakan keniscayaan, sebab jika seseorang tidak menikmati pekerjaannya, ia tidak bisa beerja dengan baik. Kesadaran seseorang ketika benar-benar mengalami flow, dilukiskan berdasarkan 8 kondisi, yaitu : 1. Ada tujuan yang jelas Kita harus mengerti tugas-tugas yang harus kita jalankan. Kenikmatan yang sesugguhnya berasal dari tahap-tahap yang ditempuh untuk meuju tujuan, bukan dari keberhasilan mencapai tujuan. 2. Umpan balik datang seketika Rasa keterlibatan total dalam pengalaman flow kebanyakan datang dari kesadaran bahwa apa yang kita kerjakan punya makna, bahwa aktivitas itu memberikan konsekuensi. Umpan balik bisa datang dari kolega atau penyelia yang memberi penilaian atas prestasi kerja. 3. Keseimbangan antara peluang dan kemampuan Bila pekerjaan berada diluar kemampuan kita, maka kita cenderung menanggapinya dengan cemas. Jika pekerjaan terlalu mudah, kita cepat bosan. Orang yang cemas terganggu akan kecemasan hasil, sementara orang yang bosan akan mencari aktivitas lain. Kondisi idealnya adalah flow berlangsung ketika baik tantangan maupun keteerampilan sama-sama tingginya dan keduanya setara. Aktivitas flow yang baik menawarkan tantangan yang kompleks, namun aktivitas yang menghasilkan flow dengan baik tidak mudah melelahkan, sebab aktivitas memiliki jenjang kompleksitas yang tinggi. 4. Konsentrasi bertambah Konsentrasi dalam flow bisa sedemikian dalam sehingga istilah “ekstase” kadang kala digunakan untuk menggambarkannya. Dalam bahasa Yunani, ecstacy berarti “menepi”. Orang menemukan ekstase saat benar-benar berpindah dari satu tempat ke tempat lain, pergi ke tempat ibadah, museum, atau tempat dengan pemandangan alam yang menakjubkan. 5. Yang penting adalah saat sekarang Dalam flow, tugas yang dihadapi menuntut perhatian penuh. Dunia flow terbatas tidak hanya dalam ruang tetapi juga dalam waktu. Karena perhatian harus terfokus saat sekarang, peristiwa masa lalu atau yang akan datang tidak punya tempat dalam kesadaran. 6. Tidak ada masalah dalam kontrol Pengalaman flow adalah perasaan amat kuat bahwa mereka memegang kontrol atas situasi. Kita dihadapkan pada peristiwa yang tak bisa dikontrol. Dalam dunia aktivitas flow sangat terbatas, asal menghadapi tatangan dan mengembangkan kemampuan yang tepat untuk menjawabnya, kita punya peluang yang cukup besar untuk sanggup menghadapi situasi itu. Umumnya perasaan itu lebih lunak dan lebih berhubungan dengan kemampuan mengendalikan performa diri sendiri daripada mengendalikan lingkungan. 7. Berubahnya persepsi akan waktu Satu elelmen khas dari pengalaman flow adalah bahwa waktu dialami dengan cara yang berbeda. Cukup sering waktu dirasakan berlalu dengan cepat. Ada aktivitas-aktivitas yang menuntut kita mengetahui waktu dengan tepat supaya kita dapat mengalami flow. Jika lebih terfokus, waktu akan melambat. Dan jika merasa betul-betul asyik mengerjakan sesuatu yang sangat sulit, waktu bergerak sangat cepat. Padahal aktivitas itu memakan waktu yang cukup lama. Kita mulai belajar kitalah yang mengendalikan waktu dan pengalaman subjektif. 8. Hilangnya ego Dalam flow, ketika terserap ke dalam pengalaman, orang cenderung melupakan tidak hanya problem dalam lingkungan sekitar, tapi bahkan dirinya sendiri. Seolah-olah kesadaran akan kedirian untuk sesaat tersingkirkan. Walaupun lazim kita melupakan diri kita saat mengalami flow, sesudah peristiwa itu, kepercayaan diri kita kembali muncul dan lebih kuat ketimbang sebelumnya.sesudah seseorang mendekati kondisi mirip flow, skor kepercayaan dirinya menanjak secara signifikan. Orang yang memiliki lebih banyak pengalaman flow secara keseluruhan juga memiliki kepercayaa diri lebih tinggi. Mengapa kita melakukannya? Hasil dari suatu aktivitas flow sangat penting, seperti menyelamatkan kehidupan. Ketika sebuah tugas mengahasilkan flow, maka tugas itu sangat layak dilakukan demi tugas itu sendiri. Dalam dunia kita, setiap orang terfokus pada hak dan kewajiban. Tentu kita semua pasti ingin menerima apa yang kita pandang sebagai imbalan yang patut kita terima, dan seharusnya kita bekerja sebaik-baiknya demi mendapatkannya. Namun, jika kita tidak menikmati kerja yang menghasilkan imbalan itu, berarti kita mengorbankan bagian terpenting dari proses tersebut. Untuk memahami nilai flow, kita harus menyadari bahwa apapun bisa menyenangkan jika memuat elemen-elemen flow. Pekerjaan yang tampaknya menjenuhkan bisa menjadi sumber kepuasan yang lebih besar ketimbang yang pernah di bayangkan orang. Asal-usul Flow Flow dan agama adalah dua wajah yang berbeda dari pencarian yang sama, menemukan sebuah alasan, sebuah justifikasi untuk hidup. Pengalaman flow bukanlah pengganti agama, namun bisa membuat kita akrab dengan kegairahan hidup, dan menunjukkan seperti apa kehidupan yang lebih dihayati dengan jiwa. Setiap kali orang mempelajari sebuah kemampuan baru, ia harus berulang kali menghadapi pilihan. Aktivitas flow yang bagus adalah aktivitas yang menawarkan seluas-luasnya kesempatan untuk peningkatan sehingga mendorong pertumbuhan. Jika orang senantiasa ingin mengalami flow, ia harus berkembang dan mempelajari lebih banyak kemampuannya. 4. Flow dan Pertumbuhan Flow membuat kita merasa lebih baik saat momen itu berlangsung. Flow memungkinkan kita mengalami potensi menakjubkan berupa berfungsinya tubuh dan pikiran secara harmonis. Namunn, hal yang menambah nilai penting flow adalah kemampuannya meningkatkan kualitas kehidupan dalam jangka panjang. Salah satu syarat utama flow adalah keseimbangan sepenuhnya antara tantangan dan kemampuan. Bila seseorang pertama kali melakukan aktivitas, mula-mula ia merasa atas kemampuan dasarnya. Akan tetapi lama kelamaan akan jenuh, dan harus mengambil pilihan atara berhenti dan tetap pada kemampuan dasar yang rendah, atau bisa berupaya untuk level yang lebih tinggi dan menyambut tatangan yang lebih berat. Setiap kali orang mempelajari kemampuan baru, maka ia berulang kali mengahadapi pilihan seperti itu. Aktivitas flow yang bagus dapat menawarkan seluas-luasnya kesempatan untuk peningkatan dan tantangan yang tidak terbatas. Aktivitas itu mendorong pertumbuhan, flow akan membuat orang harus berkembang dan mempelajari lebih banyak kemampuan ke level lebih kompleks. Dalam situas yang peling memuaskan, sebuah karier bisnis atau profesi meliputi serangkaian tahap yang membuat mengembang tanggung jawab yang semakinn besar. Hal ini menyebabkan ia berpeluang mengalami flow yang makin meningkat selama bertahun-tahun. Bahkan ketika menghadapi pensiun, orang bisa mengambil langkah yang menjamin dirinya akan tetap bertumbuh. Kita akan cepat lelah dalam pekerjaan apapun bila hanya menghadapi tantangan yang tidak pernah meningkat. Bagi para entrepreneur, memajukan sebuah usaha, membawa perusahaan ke dimensi baru kinerja, akan memberikan peluang tidak terbatas untuk membuktikan kualitas diri mereka. Pertumbuhan bisnis merupakan buah dari kebutuhan pemimpin untuk bertumbuh sebagai pribadi. Dalam situasi ideal, para karyawan akan dipromosikan untuk posisi dengan tanggung jawab yang semakin tinggi, karena kecakapan mereka meningkat. Atau mereka menemukan tantangan yang sesuai. Salah satu tugas utama para manajer adalah menangani masalah pengalaman kerja, memberikan keragaman dan tantangan yang berkembang kepada para pekerja supaya tidak stagnan. Bila para karyawan melihat bos mereka menganggap “kebrhasilan terbaik” adalah mengembangkkan potensi karyawan, maka kemunngkinan besar karyawan akan lebih produktif dan loyal. Bahkan, seseorang bisa menikmati pekerjaan yang telah lama ia lakukan dengan lebih baik, lebih cepat dan lebih efisien. Pada akhirnya setiap orang memiliki derajat kontrol yang signifikan dalam menentukan tantangan yang dimilikinnya. Tugas yang paling sederhana bila dilakukan dengan kepedulian dan perhatian, bisa memunculkan banyak kesempatan untuk mengasah kemampuan seseorang. Dinamika Flow Pengalaman flow terjadi manakala kemampuan dan tantangan sama-sama tingginya. Sebuah aktivitas yang lazim dimulai dari tantangan dan kemampuan yang rendah. Jika seseorang tekun kemmampuan akan meningkat dan aktivitas menjadi membosankan. Dan kemudian ia harus meningkatkan tantangan untuk bisa kembali ke flow. Pasang Surut Kebahagiaa Sepanjang Hari Jika kita ingin memberi para karyawan peluang untuk bekerja dengan “kepuasan hati” kita harus memperhatikan pasang surut suasana hati mereka, tidak ada orang yang bisa menghadapi flow selamanya, disebabkan oleh masa-masa strea, kejenuhan, dan keputusasaan yang pernah menyelimuti kesadaran setiap orang. Berikut adalah skema tentang perubahan perasaan akibat berbagai kombinasi dari kesempatan-kesempatan untuk bertindak, atau di satu sisi adalah tantangan dan di sisi lain adalah kapasitas personal. Titik pusat merepresentasikan rata-rata tentangan dan kemampuan yang dimiliki subyek selama seminggu pengujian tersebut. Semakin dekat seseorang pada titik pusat, maka suasana hati cenderung semakin rata-rata – tidak positif atau negatif. Tetapi ketika skor menjauhi titik pusat, berbagai kondisi pikiran yang berbeda mulai muncul. Pada dasarnya semakin seseorang merasa memiliki kemampuan atau keterampilan, suasana hatinya semakin meningkat. Semakin banyak tantangan, perhatian akan terfokus dan terkonsentrasi. Pengalaman optimal direpresentasikan oleh “saluran” flow. Dalam saluran in, baik tantangan maupun kemampuan berada di atas rata-rata, orang merasa bahagia dan terfokus. Dalam tujuh “saluran” lainnya tantangan dan kemampuan seimbang dan tidak terlalu tinggi, dan baik kebahagiaan maupun konsentrasi melemah. Dua saluran lain berhubungan dengan emosi-emosi positif. Yang pertama adalah saluran “gairah”, hal ini orang harus berkonsentrasi tetapi tidak terlalu nyaman karena tantangan tinggi. Jika ingin memasuki flow, orang harus meningkatkan kemampuannya. Saluran positif lainnya adalah “kontrol”. Dalam saluran ini, kemampuan lebih tinggi dari tantangan. Inilah kondisi paling nyaman, dan seseorang merasa paling bahagia, tidak memerlukan konsentrasi tinggi orang tidak bekerja pada 100 % kapasitasnya dengan demikian tidak senikmat flow. Namun, relatif mudah pindah dari kondisi ini menuju flow, yaitu dengan memilih tantangan yang agak lebih tinggi. Gairah dan kontrol adalah dua kondisi yang dengan mudah menjerumus pada pembelajaran. Skema Peta Pengalaman Sehari-hari Gambar di atas menunjukkan ketika seseorang meras dirinya berada di level rata-rata personal dalam hal tantangan dan kemampuan, mereka akan menglami flow, kebalikan dari kondisi ini adalah ketika baik tantangan maupun kemampuan sama-sama rendah. Kombinasi tantangan dan kemampuan lainnya menciptakan perasaan cemas, gelisah, bergairah (ketika tantangan melebihi kemampuan), atau kontrol, relaksasi, jenuh (ketika kemampuan melebihi tantangan). Sebagian emosi-emosi yang menonjol dari setiap “saluran” disebutkan di dalam kurung. Kemungkinan-kemungkinan lain cendeerung buruk. Relaksasi masih cukup positif, tetapi “kejenuhan” dan khususnya apati dapat mengakibatkan kelesuan dan kejenuhan. Dalam kondisi ini orang merasa kehidupan berlalu begitu saja, hanya berisi kesepian dan ketidakberdayaan. Apati lebih baik dari pada kegelisahan, walaupun apati tidak menciptakan kemajuan apapun. Jika kita bisa menciptakan situasi-situasi yang mendorong kemampuan seseorang dipergunakan untuk menjawab berbagai tantangan yang semakin tinggi, kita bisa mengharapkan peningkatan kualitas hidup serta kompleksitas. Flow paling sering dialami ketika seseorang melakukan apa yang sangat mereka sukai. Walaupun banyak orang yang bisa menemukan flow dalam kerja, tentu kerja juga dapat menimbulkan kecemasan, apati, atau kejenuhan, tergantung kombinasi antara kemampuan dan tantangan. Berikut Gambar Hubungan Aktivitas dengan Kualitas Pengalaman Gambar di atas menjelaskan beberapa aktivitas sehari-hari kemungkinan menghasilkan flow, sementara yang lain lebih mengarah ke kecemasan atau relaksasi. Gambar di atas meperlihatkan sebagian dari aktivitas lazim yang terkait dengan berbagai kombinasi tantangan dan kemampuan, dan karena itu dengan emosi yang berbeda. Dalam situasi kerja, orang bisa berada dalam kondisi flow, memegang kontrol, jenuh, khawatir, atau cemas, sesuai dengan rasio antara tantangan dan kemampuan. Kekhawatiran dan kecemasan muncul karena kita merasa semakin sulit menangani ancaman yang menghadang. Ancaman itu bisa berupa kekacauan besar seperti perang, depresi ekonomi, kejahatan di permukiman, tetapi lazimnya disebabkan peristiwa-peristiwa pemicu stres yang bersifat lebih langsung. Kita tidak akan mungkin mengalami flow sepanjang waktu, karena akan selalu ada ancaman yang membuat kita berada dalam bahaya. Meskipun demikian, ada banyak ruang untuk peningkatan, karena sering mendapat kesempatan untuk mengalami flow. Model Psikologis Flow akan melambungkan jiwa untuk beberapa saat. Jika dialami berulang-ulang, flow membantu orang menjadi unik dan tak tergantikan. Dalam ilmu ekonomi, istilah “modal” dirumuskan sebagai berikut : modal merujuk pada sumber-sumber yang tidak segera dikonsumsi, dengan harapan akan memberikan keuntungan lebih besar pada masa depan. Pada level psikologis, sumber daya yang paling mendasar adalah perhatian. Perhatian adalah kapasitas otak untuk memproses informasi dan mengarahkan tindakan. Perhatian adalah sumber daya yang terbatas, sebab kita tidak bisa memproses lebih dari beberapa informasi pada satu waktu. Perhatian adalah energi mental, seperti enegi fisik, jika kita tidak bisa mengalokasikan sebagian darinya untuk menangani tugas yang sedang kita hadapi, kita tidak bisa menjalankan tugas apapun. Tugas-tugas yang sederhana tidak dapat dilakukan sekaligus, karena otak kita memiliki kemampuan terbatas untuk memproses berbagai stimulus dalam satu waktu. Jadi, konsep modern “multitugas” (multitasking) yang di jalankan perusahaan-perusahaan hi-tech sesungguhnya merupakan mitos ketimbang realitas. Manusia tidak sepenuhnya berhasil menjalankan banyak tugas. Namun, ia bisa mengalihkan perhatian dengan cepat dari satu tugas ke tugas lainnya dalam pergantian dengan cepat. Strategi ini tidak seefektif yang diyakini secara luas. Dalam bidang apapun, dibutuhkan 15 menit hingga 1 jam untuk mengonsentrasikan pikiran pada sebuah persoalan yang rumit dan untuk menciptakan kondisi-kondisi yang diperlukan bagi munculnya solusi yang tepat. Jika seseorang berpindah terlalu cepat dan terlalu sering dari satu tugas ke tugas lain, bisa jadi buah pikiran yang dihasilkan tidak matang. Dianjurkan menangani satu tugas hingga maksimal, saat itu beralih ke persoalan lain akan terasa melegakan. Kemudian sesudah tugas baru itu terasa membosankan, orang bisa kembali menangani problem pertama dengan lebih segar. Dalam kondisi bisnis yang menuntut pengetahuan yang lebih intensif, setiap manajer harus mengatur sejumlah besar informasi dan manusia. Oleh karena itu, memfasilitasi penggunaan energi mental semestinya menjadi perhatian utama. Setiap pengalaman menjadi perhatian utama supaya pengalaman tersebut terasa nyata bagi kita. Apa yang kita sebut itu “hidup” adalah jumlah total semua pengalaman yang telah tersaring oleh perhatian. Energi mental terpakai ketika perhatian yang kita berikan tidak membuahkan perubahan apapun dalam pikiran. Ketika tidak ada memori yang tersimpan, tidak ada kemampuan baru yang berkembang, tidak ada hubungan yang bertambah kokoh. Ketika seseorang menggunakan sekeping kehidupannya dan tak menghasilkan hal kompleks apapun, ia telah membuang energi mentalnya. Bertumbuh Sepanjang Hidup Orang yang menduduki posisi pemimpin dalam bisnis dan profesi lain, tidak bergantung pada dukungan lingkungan untuk bertumbuh sebagai pribadi. Mereka proaktif dan mencari dukungan dimana pun mereka bisa menemukannya. Mereka sangat gigih belajar, berubah, dan membentuk pengalaman mereka. Sehingga apapun situasi yang mereka jumpai, mereka akan menemukan jalan untuk meningkatkan kompleksitas hidup mereka. Jika tantangan dalam kerja mereka usai, mereka akan menemukan yang baru. Mereka terus bisa menikmati hidup bukan karena mereka kaya dan hidup nyaman. Melainkan karena mereka aktif dan mencari tantangan baru dan mengembangkan keterampilan baru, dan semakin lama merajut kehidupan yang semakin kompleks. BAGIAN 2 : FLOW DAN PERUSAHAAN 5. Megapa flow tidak berlangsung dalam kerja? Tujuan manajemen adalah menciptakan nilai melalui kerja manusia yang bekerja sama demi satu tujuan. Cara terbaik dalam mengelola manusia adalah dengan menciptakan lingkungan kerja yang membuat karyawan menikmati kerja dan berkembang dalam proses. Empat kerja yang ideal yang membuat karyawan menikmati pekerjaannya membuat mereka bertahan lebih lama, membantu mereka menuju hidup yang lebih bahagia. Tantangan bagi orang yang ingin menciptakan lingkungan yang menarik minat dan membuat betah para pekerja pertama adalah memahami mengapa orang ingin bekerja, dan kemudian membangun kondisi yang menjawab kebutuhan tersebut. Pada masa kini, tenaga kerja pengetahuan mencari pekerjaan yang memberi mereka kesempatan seluas mungkin. Pengalaman dan motivasi kita akan kerja ditentukan oleh 3 kondisi : 1. Jenis pekerjaan yang tersedia Sebagian aktivitas untuk mencari penghidupan pada dasarnya menyenangkan, sementara yang lain bisa jadi sangat tidak manusiawi. Kondisi kerja juga bisa berubah sepanjang waktu dan menentukan motivasi untuk bekerja atau tidak. 2. Nilai-nilai yang dikaitkan dengan kerja Terdiri dari interpretasi sebuah budaya terhadap kerja. Sebagian pekerjaan tidak punya arti dan tidak menuntut apapun, tetapi sebagian lain sangat menantang dan memberikan manfaat. 3. Sikap akan pekerjaan itu sendiri Orang bisa menemukan nilai yang bermanfaat di dalamnya jika ia tahu apa yang harus dicari. Jadi, seorang manajer yang hendak membangun sebuah perusahaan yang langgeng, punya tiga pilihan, yaitu :  Membuat kondisi tempat kerja semenarik mungkin  Menemukan cara untuk memberikan makna dan nilai pada pekerjaan  Memilih dan menghargai orang-orang yang menemukan kepuasan di dalam pekerjaan mereka, para pemimpin bisa menjaga moral perusahaan secara keseluruhan tetap ke arah yang positif. Kondisi Kerja yang Berubah Agar bisa bertahan hidup, setiap makhluk hidup harus melepas sebagian energinya dengan harapan mendapat energi kembali untuk berkembang dan mereproduksi. Kerja adalah aktivitas yang dilakukan organisme untuk menjaga supaya entropi tidak menghancurkan dirinya. Bekerja merupakan sebuah pengalaman yang sangat beragam, mulai dari menjadi sumber flow yang mendalam hingga menjadi salah satu sumber kesedihan yang absolut. Kemajuan saat ini tidak menjamin pekerja lebih banyak mengalami flow dibanding pekerja pada masa lalu. Alasannya yaitu : 1. Sedikit pekerjaan pada masa kini yang mempunyai tujuan yang jelas. 2. Pekerjaan-pekerjaan yang kontemporer jarang memberikan umpan balik yang memadai 3. Keterampilan pekerja tidak seimbang dengan peluang untuk bertindak. 4. Penggunaan waktu ditentukan oleh ritme yang datang dari luar diri para pekerja menciptakan serangkaian batasan lain. Berubahnya Makna dan Nilai-nilai Kerja Menurut teori flow, rintangan utama dalam budaya yang mencegah para pekerja mendapatkan makna dan nilai dalam kerja adalah budaya konsumen telah merendahkan nilai kerja secara umum, dengan mengagungkan kesantaian, kenyamanan materil, dan kesenangan. Sejak kanak-kanak kita dilabeli dengan gambaran kerja adalah suatu hal yang tidak menyenangkan. Kita menanggapinya dengan pandangan bias mengenai kerja yang kita pelajari sejak kecil. Namun, beberapa pekerjaan memang hampa nilai dan makna. Salah satu syarat flow adalah kemampuan untuk konsentrasi pada suatu tujuan tanpa terbagi perhatian ppada apapun yang tidak berhubungan dengan tugas. Tetapi kita tidak bisa mencapainya bila lingkungan tidak stabil. Tidak adanya loyalitas dari karyawan adalah tanggapan paling logis terhadap tidak adanya loyalitas di pihak majikan. Akhirnya, terang sudah bahwa bila manajer tidak menghargai pekerja dan memandangnya sebagai individu yang unik, tetapi hanya sebagai alat yang bisa dibuang ketika tidak lagi dibutuhkan, maka karyawan pun akan memandang perusahaan tak lebih dari sekedar mesin penghasil gaji, tanpa nilai tau mekna selain itu. Dalam kondisi seperti ini, sulit kiranya melakukan pekerjaan dengan baik. Apalagi menikmatinya. Peran Sikap Kondisi tempat kerja terbaik dan nilai-nilai budaya yang paling mengagumkan pun tidak bisa menjamin seseorang bakal menemukan motivasi intrinsik dalam kerja. Ketika mereka memasuki komunitas kerja, sebagian akan terpengaruh oleh budaya yang hanya memandang pekerjaan sebagai pekerjaan. Tidak punya rasa ingin tahu dan kegigihan yang akan menikmati pekerjaan mereka. Sebagian lain akan memandang pekerjaan mereka sebagai karier yang akan mengantar mereka pada taggung jawab. Dan imbalan yang kian meningkat. Mereka menjalankan pekerjaan yang serius dan bisa menikmatinya manakala kondisinya tepat. Yang lain lagi melihat pekerjaan sebagai suatu panggilan jiwa yang menjadi fundamental dari diri mereka sehingga tidak bisa membayangkan pekerjaan lain. 6. Mengembangkan flow dalam perusahaan Tugas utama manajer adalah mengajak orang bekerja bersama-sama secara efisien. Mengajak karyawan supaya memberika yang terbaik tidaklah berarti mengeksploitasi talenta mereka untuk meningkatkan keuntungan. Pertama adalah cara yang memberikan kesempatan mereka tumbuh sebagai individu-individu, dengan demikian cara itu memberi andil kepada nilai-nilai fundamental yang sejati, yaitu meningkatkan kebahagiaan. Strategi terbaik untuk menciptakan perusahaan seperti itu adalah menyediakan kondisi yang kondusif bagi para pekerja untuk mengalami flow. Apapun memang tidak bisa mempengaruhi secara langsung orang lain untuk memasuki flow, namun dengan membentuk lingkungan yang tepat, kita dapat meningkatkan secara cukup signifikan kemungkinan terjadinya flow. Setiap perusahaan sangatlah berbeda dalam banyak dimensi. Sehingga sangat langka menemukan perusahaan yang semua dimensinya mendukung flow. Namun, beberapa perusahaan sungguh-sungguh merupakan tempat menyenangkan. Pada masa awal perusahaan baru penuh perjuangan, para pekerja intelektual bisa saja bahagia dan bekerja secara mengagumkan di sebuah lingkungan yang tidak kondusif. Akan tetapi, begitu melalui masa awal yang penuh perjuangan itu, sebuah usaha yang ingin mempertahankan pekerja yang bagus harus memerhatikan lingkungannya. Lingkungan yang megah yang mewah tidaklah selalu diperlukan, namun dapat memberikan kenyamanan. Kondisi lingkungan yang berpengaruh pada flow tidak niscaya kita jumpai di tempat kerja itu sendiri. Misalnya perubahan sehari-hari bisa memiliki efek signifikan terhadap produktivitas dan kesejahteraan para pekerja. Masalah berangkat ke tempat kerja bukanlah hal baru, seperti para petani Sicilia harus bangun pukul 3 atau 4 pagi untuk mempersiapkan keledai mereka menempuh perjalanan panjang menuju ladang yang jauh. Namun, setidaknya perjalanan mereka kemungkinan besar lebih tenang daripada 2 jam dihabiskan dalam lalu lintas kota. Perusahaan-perusahaan yang punya visi ke depan mulai menyediakan bus bagi karyawan yang tinggal jauh dari kantor dan tak punya akses ke transportasi umum. Kebijakan ini tidak hanya menghemat bahan bakar dan mengurangi gangguan, tetapi juga memberi kesempatan para karyawan untuk membaca dan mendorong terjalinnya hubungan antara para karyawan yang lain, karena bekerja di lain departemen biasanya jarang atau tidak bertemu. Namun, jika kebijakan ini dijalankan secara berlebihan maka akan menimbulkan dampak negatif sehingga upaya memberikan kenyamanan para pekerja terlihat seperti upaya campur tangan perusahaan. Selain lingkungan fisik, indikator lain dari kualitas kehidupan di tempat kerja adalah perilaku orang-orangnya. Jika tempat kerja hanya sedikit memberi peluang flow, para pekerja cenderung cemberut, terlihat lesu dan letih. Sebaliknya jika di lingkungan kerja yang kondusif bagi flow, pekerja bisa beraktivitas dengan sangat ringan dan gembira. Ruangan dipenuhi dengan humor dan senyuman. Banyak langkah yang bisa ditempuh pehak manajemen untuk membuat lingkungan emosional perusahaan menjadi hidup dan hangat. Misalnya adalah sikap dari pimpinan yang humoris dan tidak terlalu serius. Meskipun kerja harus bersikap serius, kita tidak perlu terlalu serius dalam hidup, karena akan menimbulkan suasana lapang dan moral dalam perusahaan. Cara lain yang dapat meningkatkan lingkungan kerja meliputi pembuatan kebijakan yang memberikan peluang kepada orang untuk bergerak dan bertindak dengan penuh kebebasan, untuk memiliki kontrol terhadap tugas-tugas mereka dan bisa memberi masukan mengenai keputusan yang memengaruhi kerja. Berikut ini adalah strategi-strategi yang bisa membantu merancang perusahaan yang membuat kerja bisa menjadi sebuah pengalaman flow. Prasyarat Flow Komitmen dari pihak atas sangat membantu timbulnya flow. Kepemimpinan perrusahaan harus menyepakati bahwa mereka terutama sekali bertanggung jawab akan kesejahteraan emosional para pekerja, melampaui tanggung jawab mereka terhadap produk, profit, dan market share. Jika ita menaruh perhatian pada pertumbuhan dan kebahagiaan seharusnya kita berusaha mencari cara untuk mengubah lingkungan kerja yang suram menjadi tempat yang merangsang flow. Misalnya Mike Murray dari Microsoft melukiskan tiga hal umum yang menentukan sukses bisnis, yaitu : pertama, jika manajer memastikan setiap anggota tim mempunyai tujuan yang jelas yang menunjukkan apakah harus dikerjakan sehubungan dengan kebutuhan perusahaan. Kedua, manajer yang kompeten dalam merencanakan semua aktivitas bertahap yang harus dikerjakan. Ketiga, keterampilan manajer dalam memelihara komunikasi dan umpan balik. Hal-hal tersebut menstimulasi pertumbuhan kemampuan pekerja, memungkinkan terjadinya flow, dan juga memberi andil bagi efektivitas tim. Memperjelas Tujuan Perusahaan Pekerja sulit berkonsentrasi untuk mencapai tujuan perusahaan jika mereka tidak memahami tujuan itu atau salah memahami. Ciri khas sebuah perusahaan yang sehat adalah komunikasi berbasis kepercayaan. Kalau bawahan tidak bisa memercayai komitmen pemimpin terhadap visi dan nilai-nilai perusahaan, dan jika pemimpin tidak memercayai kesetiaan bawahannya, perusahaan itu akan segera hancur. Ada beberapa penyebab yang membuat tujuan perusahaan yang tidak jelas, yaitu : 1. Misi yang tidak jelas bagi siapapun Setiap perusahaan yang berjalan dengan baik tidak hanya memiliki rencana bisnis yang baik, tetapi juga seperangkat nilai inti yang terungkap dalam perilaku pemimpin yang diperkuat melalui pernyataan tertulis dan komunikasi verbal. Alfred Zeien mempunyai sebuah filsafat kepemimpinan bisnis, seharusnya kita menghabiskan 90 % waktu kita pada 3P (people, product, purpose). 2. Jajaran manajer tidak punya pemahaman yang jelas akan misi perusahaan. Banyak orang yang memiliki kekuasaan takut terlihat tidak berwawasan dan cenderung sok tahu daripada mengakui ketidaktahuan mereka. 3. Bawahan tidak punya pemahaman yang jelas akan misi perusahaan. Tujuan-tujuan Performa Tujuan perusahaan yang terdefenisi dengan jelas belum mampu menciptakan kondisi yang memadai untuk mengalami flow. Sebab kita harus tahu apa yang harus dikerjakan dan seberapa bagus yang harus dijalankan. Orang sering tidak mampu menentukan tujuan dan aturan main mereka dan bisa dengan tepat menjalankan perintah-perintah yang mereka terima tetapi mereka takut untuk menciptakan atau mengubah strategi ketika menemukan jalan buntu. Keadaan seperti itu akan melahirkan kekacauan. Cara terbaik yang dilakukan manajer untuk membantu lahirnya fleksibilitas dalam performa menuju target adalah dengan memberi peluang orang untuk belajar sembari mempraktikkan dan jika perlu dbarengi dengan kegagalan. Misalnya dengan memberi tugas pada seseorang tanpa disertai instruksi yang jelas tentang cara pengerjaannya. Terkadang kita menjumpai individu yang sangat pandai menemukan flow dalam kerja. Sehingga meskipun harus menjalankan pekerjaan dengan parameter ketat, mereka akan mengubahnya menjadi aktivitas yang jauh lebih menarik dengan menyesuaikan performa dengan kebutuhan-kebutuhan mereka sendiri, sekalipun tidak seorangpun selain mereka menyadarinya. Faktor yang mendasari kemampuan menetapkan target adalah kemauan untuk mencurahkan perhatian pada pekerjaan, untuk mencurahkan energi psikis ke dalam tindakan kita dan akibat-akibatnya. Seberapa Baik Saya Bekerja ? Sangat bermanfaat bilaa kita mengetahui dengan pasti tugas yang harus dikerjakan. Kita juga perlu tahu dari tahap ke tahap apakah kita semakin dekat dengan tujuan pekerjaan. Seberapapun gigihnya, kita akan segera frustasi karena tidak tahu apakan kita telah membuat kemajuan atau hanya berjalan di tempat dan berputar-putar. Menyelaraskan Tantangan dan Kemampuan Lingkungan kerja sangat menentukan orang yang bekerja di dalamnya bisa berkembang. Beberapa orang mampu menemukan cara kerja terbaik di manapun mereka ditempatkan. Namun, manajer bertanggung jawab memberikan kesempatan agar setiap kemampuan pekerja dapat dimanfaatkan dan diasah semaksimal mungkin. Kemampuan tidak naya mencakup teknik dan pengetahuan, tetapi seluruh kapasitas manusia yang dimiliki seseorang seperrti nilai, emosi, humor, dan kasih sayang jika semua kapasitas ini diekspresikan dalam pekerjaan, tempat kerja tidak akan menjadi sebuah ajang yang menyuburkan kompleksitas. Keseimbangan ideal antara tantangan dan kemampuan tidak bisa berjalan stabil dalam waktu yang cukup lama. Salah satu komponen adalah dominan. Pada titik inilah dibutuhkan penyesuaian. Kondisi lain yang membuat kerja menjadi aktivitas flow adalahh kesempatan untuk berkonsentrasi. Dalam banyak pekerjaan, interupsi terus-menerus bisa menyebabkan kondisi darurat dan gangguan kronis. Stres tidak hanya dihasilkan oleh kerja keras, tetapi bisa juga diakibatkan peralihan perhatian dari satu tugas ke tugas lain tanpa kemampuan mengendalikan proses itu. Jika seseorang bekerja menangani suatu masalah selama beberapa jam, kemudian tertanggu oleh panggilan telepon, mungkin diperlukan waktu setengah jam agar ia bisa kembali terfokus pada masalah yang ditanganinya sebagaimana sebelum ia menerima telepon. Salah satu kontrol yang penting adalah kontrol atas waktu. Bila seseorang telah terserap ke dalam flow akan kehilangan kesadaran akan waktu. BAGIAN 3 : FLOW DAN DIRI 7. Jiwa bisnis Hanya menyediakan komponen flow tidaklah memadai untuk memastikan perusahaan akan menjadi tempatkerja yang meemuaskan. Gaji adalah pendorong yang memotivasi beberapa karyawan untuk memenuhi volume minimal kerja. Bagii sebagian karyawan lain tantangan naik ke level yang lebih tinggi membuat mereka terfokus untuk beberapa saat. Namun, insentif sendiri jarang sekali bisa cukup menginspirasi para pekerja untuk memberikan kerja terbaik. Untuk innilak diperlukan sebuah visi, sebuah tujuan umum yang memberi makna pada pekerjaan, sehingga seseorang bisa menenggelamkan diri dalam tugasnya dan mengalami flow tanpa keraguan atau penyesalan. Komponen terpenting dari visi tersebut adalah jiwa. Apa Itu Jiwa? Jiwa adalah manifestasi dari kompleksitas yang dicapai oleh sistem saraf kita. Manusia memiliki pikiran, kemauan, dan pemahaman, berarti manusia memiliki jiwa rasional yang memungkinkan mereka melakukan suatu hal. Dalam banyak agama jiwa diyakini esensi ketuhanan yang ditempatkan Tuhan dalam tubuh kita. Sebuah sistem memiliki jiwa bila ia menggunakan sebagian surplus energinya untuk menggapai hal-hal di luar dirinya dan menginvestasikan energi itu ke dalam sistem lain, dan dalam proses tersebut ia menjadi stakeholder dalam entitas yang lebih besar dari dirinya. Pada level manusia, kepedulian, empati, kedermawanan, tanggung jawab dan kasih adalah beberapa menifestasi penting dari jiwa. Jiwa dan Visi Ketika para pebisnis mendiskusikan “visi” mereka biasanya mengacu pada pengucapan jiwa. Dengan kata lain visi adalah ekspresi ddari cara mengada yang belum lagi ada. Visi adalah antisipasi terhadap kondisi masa depan organisasi. Orang-orang yang ingin kita sentuh dalam bisnis adalah karyawan. Untuk itu visi perusahaan harus meliputi penciptaan lingkungan yang manusiawi bagi aktivitas kerja. Tidak ada jaminan bahwa seorang pemimpin atau sebuah pperusahaan yang termotivasi oleh sebuah visi akan betul-betul bertindak sepenuh jiwa sering nilai-nilai hanya berhenti sebagai niat baik yang menyembunyikan perilaku egois. Akan tetapi, jika sebuah visi benar-benar diyakini dan dilaksanakan, ia akan menghimpun energi para anggota suatu perusahaan. Visi yang sejati memberikan tujuan yang layak diperjuangkan tanpa perlu mengutamakan imbalan yang bisa diberikan pekerjaan apapun. Tanpa visi seperti ini, satu-satunya alasan untuk bekerja adalah mendapat bayaran dan promosi gaji dan promosi adalah insentif yang kuat, tetapi terbatas pada motivasi. Jika orang tidak puas dengan bayaran dan promosi, maka jumlah energi mental yang dicurahkannya dalam perusahaan akan merosot. Sementara, jika pekerjaan ikut berkontribusi pada pencapaian suatu tujuan yang lebih besar, kepuasan karena menjadi bagian dari usaha kreatif berubah menjadi sumber motivasi yang sangat kuat. Jiwa yang Agung Sifat yang menyebabkn seseorang jauh dari sifat egoisme adalah empati, atau sensitivitas terhadap kebutuhan orang lain. Penting bagi pemimpin untuk percaya bahwa tindakan mereka membantu para pekerja mereka, pelanggan, masyarakat dan lingkungan tempat mereka tinggal. Seorang pemimpin memiliki kunci rahasia suksesnya dari sikap empati. Duduk berdampingan dengan pelanggan dan memahami kebutuhan mereka. Jadi, empati sangat berpengaruh terhadap aktivitas apapun termasuk bisnis. Akibat utama dari empati adalah penghargaan. Menyikapi rekan, pelanggan, dan bawahan dengan penuh penghargaan adalah salah satu nilai yang paling sering ditekankan oleh kelompok pemimpin. Penghargaan dan saling menghargai sangat penting. Kita harus berpikir dengan memerhatikan bagaimana orang lain yang menjadi rekan kerja berpikir dan mencoba menempatkan diri dalam posisi mereka. Tanpa penghargaan, daya dorong sebuah trransaksi bisnis akan berubah menjadi situasi saling curiga dan saling benci. Hal yang memungkinkan para pemimpin dapat terfokus dalam kerja dan efektif mengedepankan visi adalah keyakinan tulus bahwa usaha mereka akan ikut menciptakan dunia yang lebih baik. Oleh karena pandangan mereka menyentuh jiwa, menyentuh kebutuhan kita untuk berhubungan dengan tujuan yang lebih mulia, maka orang-orang lain bersedia mengikuti panduan mereka dan menemukan flow dalam kerja. 8. Menciptakan flow dalam hidup Untuk memunculkan sebanyak-banyaaknya flow dalam kehidupan kita langkah pertama yang harus diambil adalah menentukan prioritas-prioritas kita yang kita yakini layak dilakukan. Pemahaman ini akan menentukan tujuan utama yang akan mentransformasikan kehidupan yang tidak menentu menjadi perjalanan yang penuh tujuan dan menyenangkan. Hal ini juga membantu terbentuknya visi. Meskipun setiap orang berasumsi bahwa identitas dirinya sangat transparan, sesungguhnya jati diri seseorang adalah salah satu hal di dunia ini yang paling tersembunyi di balik tabir yang mengecoh. Siapakah Anda? Mengenali diri sendiri adalah syarat untuk hidup bahagia. Mengenal diri bukanlah semata-mata mencari apa yang ada dalam diri kita, melainkan lebih dari itu, adalah menciptakan jati diri yang kita ingin capai. Mengembangkan Kekuatan, Menemukan Peluang Dalam menciptakan jati diri kita, sangat logis jika kita harus menumbuhkembangkan kekuatan kita. Sebagian dari kita dilahirkan dengan kekuatan fisik yang lebih besar. Orang yang dianugerahi bakat tertentu lazimnya akan mengikuti apa yang terasa mudah baginya. Tetapi sering kali kita tidak tahu apa talenta kita, sebab kita tidak pernah punya kesempatab untuk mengujinya. Apa saja yang bisa kita kerjakan dengan baik, bisa kita nikmati, dan dibutuhkan layak diperlakukan secara serius sebagai keterampilan yang harus dikembangkan. Orang yang menghabiskan sebagian besar hidup mereka dalam apati dan kesantaian tidak pernah memerhatikan peluang untuk beraksi yang ada di sekitar mereka, atau jika melihatnya mereka percaya mereka tidak harus ikut terlibat di dalamnya. Segala sesuatu yang baru atau belum pernah dicoba, dianggap berada di luar jangkauan, tetapi juga membuatnya sulit menemukan kemampuan terpendam yang mungkin dimilikinya. Menemukan Tempat yang Tepat Ada dua pendekatan utama yang biisa dipakai untuk memastikan bahwa tantangan di tempat kerja akan memberikan level tantangan yang sesuai dengan kemampuan kita, yaitu : • Pendekatan kewirausahaan dengan mambuat usaha sendiri. Salah satu daya tarik utama dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menetapkan tujuan kita sendiri dan menentukan tugas yang sangat sesuai dengan keterampilan kita. • Mencari lingkungan yang sesuai talenta kita. Kita mencari pekerjaan bukan demi menemukan sumber pendapatan saja, namun keseluruhan identitas. Banyak orang ketika memasuki pekerjaan pertama masih belum yakin tentang apa yang mereka inginkan dan kemampuan mereka. Pengalaman mereka selama bekerja pada periode inilah yang akan menentukan arah yang mereka tempuh dalam menapaki karier profesional.

Chaotic

CHAOTIC BAB 1 DUNIA TELAH MEMASUKI BABAK PEREKONOMIAN BARU DARI KONDISI NORMAL KE TURBULENSI Secara ekonomi, negara-negar semakin erat hubungan dan tergantung satu sama lain. Perdagangan dilakukan dengan arus informasi yang bergerak secepat cahaya lewat Internet dan telepon seluler yang menawarkan peluang luar biasa dalam bentuk penghematan biaya dan percepatan proses produksi serta penyerahan barang dan jasa, serta menaikkan ambang risiko dan ketidakpastian pada produsen dan konsumen. Kejadian atau perubahan keadaan di suatu negara tertentu dapat menular cepat ke negara lain dan menciptakan turbulensi besar yang membawa seluruh sistem kepada akibat yang sama sekali tidak teramalkan. Keadaan benar-benar sudah tanpa harapan setelah serangkaian kebangkrutan, penyitaan, hilangnya pekerjaan dan hilangnya pendapatan. Turbulensi dan pesimisme digantioleh langkah stabilitas dan lahirnya kepercayaan. Melihat tanda-tanda ini beberapa perusahaan memaksimalkan peluang dan menambah investasi. Seperti siklus naik turun tradisional dalam dunia bisnis tempat ekspansi berlebihan diikuti oleh pelambatan investasi sebelum kembali ke normal. Bahkan setelah perekonomian kembali normal, belum tentu setiap industri atau pasar atau perusahaan individu menikmati kembali kondisi normal semacam itu. Hiper kompetisi berlangsung terus-menerus dan tanpa henti tanpa kondisi normal. Turbulensi selalu berarti meningkatnya risiko dan ketidakpastian. Risiko menggambarkan ketidakpastian yang dapat diperkirakan dan dilindungi oleh asuransi. Akan tetapi selalu ada risiko yang tidak dapat diasuransikan. Alih-alih perusahaan berusaha memaksimalkan laba di tengah ketidakpastian yang sangat tinggi, perusahaan ini mengambil keputusan untuk meminimalka risiko sehingga ketika yang terburuk terjadi maka mereka dapat selamat. Masa depan yang sesuai ramalan, dunia akan menghadapi gangguan, turbulensi, kaos dan kekerasan yang tak pernah berhenti. Fakto-faktor ini akan mempengaruhi dunia bisnis di seluruh dunia secara langsung dan tidak langsung, menghasilkan kondisi yang harus diatasi oleh pemimpin bisnis jika ingin perusahaan tetap menguntungkan dalam jangka panjang. Pada dasawarsa setelah ini dan selanjutnya, menurut Global Trends 2025, kita akan menyaksikan semakin meningkatnya turbulensi di seluruh dunia, yaitu pergantian pemimpin politik yang cepat di negara berkembang, perubahan besar dalam kebijakan, meningkatnya konflik bersenjata, pengurangan anggaran belanja pemerintah daerah dan pusat suatu negara serta dampak ikutannya terhadap dunia usaha. Kita hidup di masa yang tidak menentu, artinya risiko bagi semua jenis usaha, berapapun ukurannya, di seluruh dunia semakin besar. Mereka perlu strategi baru untuk melindungi diri dan memanfaatkan peluang yang akan muncul. Kita harus tetap waspada setiap saat karena kita tidak tahu kapan angin kuat yang tiba-tiba datang melanda perusahaan atau bidang usaha kedalam bahaya kaos yang tidak dikehendaki. Kadang turbulensi itu hanya terjadi kecil atau begitu dramatis. Yang lebih membuat tidak aman adalah pengakuan terbuka bahwa ketika kaos datang, kita tidak punya apa-apa lagi untuk bersembunyi kecuali sudah mengantisipasi untuk membimbing perusahaan, unit usaha, kawasan melaluinya dengan selamat. Apa Itu Turbulensi Pasar ? Turbulensi yang terjadi di alam dicirikan oleh perilaku kekerasan. Bayangkan topan, angin badai, tornado, siklon dan tsunami. Ciri khasnya adalah kekerasan, keacakan dan ketidakterdugaan. Turbulensi selalu membuat fisikawan khawatir karena begitu sulit dicari polanya dan diramalkan. Ilmuwan telah menambah teori kaos untuk meneliti bagaimana suatu peristiwa terjadi berdasarkan kondisi awal dan asumsi deterministik. Mereka dapat membuktikan bahwa dampak awal tak berarti dapat memicu berkembangnya kekacauan secara luar biasa. Perilaku sistem dinamis selalu berubah bersama waktu terlihat acak meski tidak di desain. Turbulensi dalam dunia usaha adalah perubahan tak terduga dan cepat dalam lingkungan eksternal serta internal sebuah organisasi yang memengaruhi kinerjanya. Semua orang, pemerintah, bidang usaha, sekarang saling terhubung pada tingkatan tertentu., dan dampak turbulensi yang masing-masing dialami akan dirasakan juga oleh yang lain dalam lingkungan yang terhubung secara global ini. Perbedaan periode siklus bisnis normal dan perekonomian yang berturbulensi dapa dilihat pada gambar di bawah ini. CIRI PEREKONOMIAN NORMAL PEREKONOMIAN DENGAN KONDISI NORMAL BARU Siklus Perekonomian Dapat diramalkan Tidak dapat diramalkan Bergairah / Boom Dapat ditetapkan (rata-rata 7 tahun) Tidak dapat diramalkan, tidak tentu Lesu / Resesi Dapat ditetapkan (rata-rata 10 bulan) Tidak dapat diramalkan, tidak tentu Potensi Dampak Isu Tertentu Rendah Tinggi Profil Investasi Secara Umum Ekspansif, luas Waswas, terfokus Toleransi Risiko Pasar Diterima Dihindari Perilaku Konsumen Percaya diri Tidak percaya diri Preferensi Konsumen Mantap, berkembang Cemas, cari selamat Pada perekonomian normal ada berbagai tingkatan turulensi pada level makro (perekonomian secara umum) dan level mikro (perusahaan individu). Pemilik dan kalangan usaha selalu hidup bersama turbulensi pada tinfkatan tertentu dalam dunia usaha. Hal ini normal. Ayunan lebar perekonomian selama beberapa tahun adalah salah satu ciri khas perekonomian normal di masa lalu. Perekonomian saat ini, dengan turbulensi berkepanjangan sangat jauh berbeda. Sekarang dan di masa mendatang perekonomian dengan kondisi normal baru lebih dari sekedar periode normal datangnya siklus naik turun dalam dunia usaha. Faktor-Faktor Yang Dapat Memicu Kaos Dunia usaha yang semakin terhubung dan tergantung seperti saat ini berarti lebih banyak risiko bagi setiap perusahaan. Faktor-faktor penting yang menyebabkan meningkatnya risiko usaha diantaranya : • Kemajuan teknologi dan revolusi informasi Teknologi informasi adalah salah satu faktor kunci pendorong proses globalisasi. Revolusi informasi mungkin merupakan satu-satunya kontributor terbesar pembentuk perekonomian global yang baru. Dengan adanya penemuan interkoneksi dengan potensi menautkan semua orang serta bisnis lewat media internet sehingga tidak perlu ada batasan aktivitas di mana saja. Revolusi informasi telah melahirkan kelebihan informasi yang semakin banyak menyebabkan turbulensi dan kaos. Internet telah mengubah dan mengglobalkan perdagangan, menciptakan cara-cara baru bagi pembeli dan penjual untuk bertransaksi, bagi perusahaan untuk mengelola arus masukan bagi produksi dan memasarkan produk mereka, serta bagi penyedia pekerjaan dan pencari kerja untuk saling berhubungan. Revolusi TI global didorong oleh turunnya ongkos secara luar biasa dan meningkat pesatnya kemampuan teknologi digital yang lebih baru untuk memproses, dengan memori serta kemampuan komputasi yang meningkat dua kali lipat setiap enam bulan sekali selama dua dasa warsa ini. Di masa mendatang, satu-satunya penggerak terkuat revolusi informasi yang mendorong globalisasi ke tingkat yang jauh lebih tinggi adalah komputasi awan (could computing). Komputasi awan adalah infrastruktur berbasis internet rumit tempat kemampuan TI disediakan sebagai “layanan”. Pengguna mengakses layanan “komputasi” dari “awan” internet tanpa perlu pengetahuan, keahlian, atau kontrol atas infrastruktur teknologi pendukung. Setelah teknologi informasi merangkul “awan” internet global, semakin banyak aktivitas komputasi bergerak ke arah pusat data yang dapat diakses dari mana saja. Awan membuat teknologi digital mampu menerobos semua sudut dan celah perekonomian masyarakat, menciptakan sejumlah problem politis rumit dan meningkatkan turbulensi ekonomi yang harus dihadapi dunia usaha di sepanjang jalan. Dampak layanan Web akan terasa pada level ekonomi makro, karena komputasi awan menjadikan perusahaan kecil semakin kompetitif terhadap perusahaan besar. Komputasi awan juga akan membantu negara berkembang berkompetisi melawan negara maju. Karena bersifat global, komputasi awan melibatkan sistem komputer dan layanan elektronik supermaya yang tidak lagi mengenal batas. Sampai saat ini, teknologi belum mampu mengatasi masalah menemukan orang dan bertukar pengetahuan (informasi) dengan cara mudah. • Teknologi dan inovasi pengganggu Istilah teknologi pengganggu (disruptive technology) pertama kali diciptakan oleh Clayton M. C. yang selanjutnya istilah teknologi pengganggu dengan konsep baru yang dinamai inovasi pengganggu karena mendapati bahwa teknologi tertentu memang mempunyai sifat tiba-tiba. Strategi bisnis yang dilahirkan oleh teknologi menghasilkan dampak seketika. Konsep teknologi pengganggu adalah kelanjutan tradisi lama mengidentifikasi perubahan teknis radikal. Teknologi pengganggu atau inovasi pengganggu adalah istilah untuk mengagmbarkan inovasi, produk, layanan teknologi yang menggunakan strategi “tiba-tiba” bukan strategi evolusioner atau berkelanjutan untuk mendongkel teknologi lama yang domminan atau produk yang ada saat ini di pasar. Komunitas penelitian sudah lama secara sistematis mengetahui bahwa secara umum inovasi pengganggu tidak seberapa dibanding inovasi evolusioner, yang memperkenalkan inovasi dalam bentuk kinerja lebih tinggi kepada pasar. Inti inovasi pengganggu adalah terciptanya perubahan dramatis pada pasar yang menyebabkan teknologi saat ini segera dianggap ketinggalan zaman. Peristiwa semacam itu menimbulkan turbulensi yang cukup signifikan bagi semua pemain yang terlibat dalam teknologi lama dan baru tersebut. Teknolgi pengganggu sangat berpotensi menjadi satu-satunya “pengubahb permainan” yang dapat menciptakan kaos di seluruh industri, khusus bagi pemain lama yang gagal memperhatikan turbulensi yang secara diam-diam memusari mereka sampai semua terlambat. Ketika diserang oleh teknologi pengganggu reaksi pertama pemain lama teknoligi tertentu adalah melindungi posisi mereka yang sangat menguntungkan dan model bisnis mereka yang usang serta nyaman. Kadang gagguan lewat begitu saja, namun kadang tidak. Contoh, microsoft merasa nyaman karena Excel memiliki kelengkapan lebih banyak dibanding program jurnal lain yang ada di pasar. Penganggu potensial seperti Google dengan google docs, termasuk program pembuat jurnal gratis dari google menganggapi keputusasaan orang memindahkan file dari komputer lama ke komputer baru. Jika hal ini terus terjadi posisi dominan microsoft pada pasar program pembuat jurnal lambat laun akan direbut oleh alternatif gratisan dari google. • “kebangkitan para pecundang” Proses pendistribusian ulang uang dan kekuatan di seluruh dunia, jauh dari Amerika dan Eropa serta ke arah negara-negara kaya sumber daya dan negara-negara industri baru di Asia, sedang berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Di akhir krisis keuangan global akibat runtuhnya pasar modal internasional Oktober 2008, China pada awalnya membanggakan diri tidak terkena imbas sama sekali. Namun, karena tergantung pasar Amerika Serikat dan Eropa, pasar China yang tumbuh pesat tiba-tiba melambat. China yang saat ini adalah negara perekonomian terbesar ketiga di dunia dengan cadangan devisa terbesar, juga tidak berusaha menyembunyikan ambisinya untuk mewujudkan tatanan keuangan internasional yang tidak lagi terlalu di dominasi oleh Amerika dan mata uang mereka. Jumlah perusahaan asal negara berkembang yang muncul dalam 500 Global pemeringkatan perusahaan terbesar sedunia versi Fortune terus bertambah. Tidak lagi hanya perusahaan Amerika Serikat, Eropa, Jepang dan perusahaan lain dari negara mapan yang saling berkompetisi, namun mereka harus bersaing melawan perusahaan asal China dan perusahaan superkompetitif lainnya dari seluruh penjuru dunia seperti Argentina, brasil, cile, mesir, hongaria, india, indonesia, malaysia, meksiko, polandia, rusia, thailand, turki, vietnam, dan lainya. Perusahaan-perusahaan asal negara itu akan secara agresif berusaha masuk Fortune Global 500 lewat akuisisi. Mereka akan terus mengambil keuntungan dari kaos dengan menggoyang keseimbangan kekuatan ekonomi dan politik di dunia. Perusahaan-perusahaan yang super ambisius dan agresif ini akan melakukan apa saja yang perlu untuk mengalahkan para pesaing dari negara maju, karena di negara majulah laba terbesar berada. • Hiperkompetisi Hiperkompetisi terjadi ketika teknologi atau penawaran begitu baru sehingga standar dan aturan begitu cair sehinggan menghasilkan keuntungan kompetitif yang tidak bertahan lama. Pemain mesti bergerak cepat untuk mengembangkan keunggulan kompetitif baru dan menghapus keunggulan-keunggulan ara pesaing. Kecepatan turbulensi disruptif yang diakibatkan oleh hiperkompetisi disokong oleh globalisasi, produk baru yang lebih menarik, selera konsumen yang lebih terfragmentasi, deregulasi, dan penemuan model bisnis baru yang berperan menyebabkan ketidakseimbangan struktural, merobahkan penghalang untuk meemasuki pasar, dan penggulingan para pemimpin industri. Keunggulan terus diciptakan, dimentahkan, dihancurkan, dan diciptakan kembali lewar manuver strategis perusahaan-perusahaan yang menggangu pasar serta bertindak seolah tidak ada halangan untuk masuk. Inti kemenangan saat ini adalah menjadikan keunggulan kompetitif pemimpin pasar sekarang ketinggalan zaman. Strategi hiperkompetisi untuk menciptakan gangguan : • Kepuasan konsumen, kunci memenangi semua interaksi dinamis dengan kompetitor • Ramalan strategis, mencari informasi baru, memprediksi keinginan konsumen di masa mendatang • Kecepatan, untuk memanfaatkan peluang dan merespons serangan balik kompetitor • Kejutan, meningkatkan kemampuan perusahaan untuk menyengat kompetitor, membangun posisi menang sebelum kompetitor menyerang balik Taktik hiperkompetisi untuk menciptakan gangguan : • Kirim sinyal pengumuman niat strategis untuk menddominasi pasar atau memanipulasi strategi kompetitor di masa mendatang • Goyang aturan pasar untuk menciptakan gangguan luar biasa terhadap kompetitor • Terobosan sekaligus atau bertahap lewat beberapa strategi untuk menyesatkan atau membingungkan kompetitor Selama periode turbulensi, lingkungan kompetitif berubah secara dramatis dari para pemain lama yang lamban bergerak untuk melindungi posisi ke penyerang cepat dengan strategi yang khusus didesain untuk mengusik keunggulan kompetitif par pemimpin pasar. Para pemimpin ini umumnya terdiri atas firma-firma yang lebih besar dan kaku dengan berbagai keunggulan kompetitif. Keunggulan kompetitif menjadi lebih bersifat sementara, dan mereka yang berpindah dari satu posisi kompetitif ke posisi lain di tengah turbulensi serta kaos lah yang akan menjadi yang paling berhasil. Dalam lingkungan hiperkompetitif yang kaotis, laba akan mengecil bagi perusahaan yang gagal menemukan posisi kompetitif baru secara lebih cepat dari laju kejatuhan posisi lama mereka, khususnya karena beban strategi yang sudah kehilangan nilai dan mahal akan mencegah mereka menyesuaikan diri terhadap serta mengadopsi perilaku baru yang kaotis cukup cepat. • Sovereign wealth funds (SWF) SWF adalah dana investasi milik pemerintah berbentuk aset finansial, seperti saham, obligasi, properti, logam mulia, atau instrumen keuangan lain. SWF sebagian hanya dikuasai oleh bank sentral yanng mengakumulasi dana tersebut dalam rangka mengelola sistem perbankan nasional. Dana jenis ini umumnya memiliki nilai ekonomi dan fiskal yang penting. SWF lain hanya berupa tabungan pemerintah yang dibeli oleh beragam entitas. Sebagian besar turbulensi yang meningkat akibat investasi SWF ini pada pasar mungki merupakan ekses dari rasa nasionalisme dan proteksionisme terpendam. Sebelum tangan-tangan dari barat muali menengadah, mengharapkan uang dari SWF untuk membantu menstabilkan pasar uang mereka yang goyah, skeptisisme menghinggapi pemerintah AS serta negara-negara Eropa. Lewat akuisisi perusahaan dan investasi SWF dalam perekonomian AS, Eropa, dan negara barat lainnya, peran negara dalam perekonomian global berkembang pesat, begitu pula “perlawanan” oleh pemerintah dan kalangan usaha Barat, sehingga menciptakan sumber turbuensi dan kaos baru yang harus dihadapi dunia usaha. • Lingkungan Lingkungan selalu bersinggungan dengan risiko dan peluang. Dalam mengelola risiko, tujuan utama sebuah perusahaan menghindari ongkos yang berhubungan dengan kecelakaan industri yang kesemuanya telah menjadi sesuatu yang sangat mungkin terjadi ketika iklim usaha semakin berturbulensi. Dalam mengelola peluang, perusahaan mesti mengutamakan imbal investasi dari berbagai peluang yang mereka lihat setiap hari. Semua perusahaan terus menerus ditekan untuk menghemat sumber daya alam yang semakin langka dan mengurangi polusi guna mencegah pemanasan global agar kehidupan terhindar dari kehancuran. ‘gerakan hijau’ terus tumbuh memperoleh momentumnya. Warga negara dan perusahaan dihimbau mengurangai konsumsi yang berlebihan dan memilih peralatan yang mampu menghemat udara, air serta energi. Investasi tertentu pada program lingkungan dilakukan secara cermat dan perlu dipertimbangkan secara serius oleh perusahaan khususnya karena pemangku kepentingan semakin terbuka mengungkapkan pendapat tentang bagaimana perusahaan seharusnya dijalankan. Karena kompetitor kemungkinan besar akan menanamkan modal pada bisnis teknologi ramah lingkungan dengan kecepatan berbeda, minimal dalam jangka pendek, keadaan jadi lebih menguntungkan bagi mereka yang bertindak setengah-setengah. Pada pasar tertentu, menyetarakan lapangan permainan mungkin mensyaratkan adanya peraturan pemerintah dan penegakannya. Efeknya secara umum adalah meningkatnya level turbulensi di dalam dan lintas industri. Guna mengantisipasi gangguan atau kaos akibat turbulensi isu lingkungan, perusahaan sebaiknya mempertemukan semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengembangkan strategi kelangsungan kegiatan bisnis sehingga solusi hijau yan dihasilkan juga memberi imbal hasil menarik atas investasi hijau yang dilakukan. • Pemberdayaan konsumen dan pemangku kepentingan Di masa lalu, perusahaan mendominasi media informasi melalui TV, radio, baliho, koran dan majalah untuk menyampaikan pesan merek secara kuat. Ketika ingin mencari lebih lengkap tentang sebuah merek atau produsen, konsumen hanya mengandalkan pengalaman atau sahabat dekat atau anggota keluarga. Selama satu dasawarsa terakhir sebuah revolusi terjadi. Saat ini konsumen memenag tetap menerima iklan tetapi juga dapat menyurvei ratusan sahabat mereka di twitter, facebook, atau myspace. Mereka dapat membaca laporan online dan mengetahui apa pendapat perusahaan serta orang-orang atas produk atau layanan sebuah perusahaan. Setiap kawasan atau negara di seluruh dunia kini memiliki lebih banyak kelompok situs online interaktif yang menghubungkan perusahaan dan konsumen untuk berbagi pengalaman. Ini berarti konsumen dan pemangku kepentingan lainnya bukan lagi pemain pasif dalam proses pemasaran. Dampak nyata keadaan ini adalah produsen yang mengahasilkan produk tanpa kualitas atau lebih rendah dari yang diharapkan akan menghilang lebih cepat. Suara pesan dari mulut ke mulut dari perusahaan dan orang yang pernah menggunakan produk atau layanan tertentu akan menjadi iklan ampuh bagi sang jagoan serta bencana bagi pecundang. Pesan dari mulut ke mulut dapat berpotensi menciptakan turbulensi dan kaos bagi produsen. Seorang konsumen atau pelanggan yang marah dapat saja menggoyang sebuah perusahaan yang telah mapan. Perusahaan perlu wajib mengusahakan kepuasan maksimal bagi pelanggan dan terus memonitor perbincangan di internet untuk memastikan seorang pelanggan yang marah tidak menghancurkan perusahaan. Saat ini, kemarahan satu orang saja bisa menular ke seribu orang. Kesimpulan Perusahaan mesti mengakui bahwa mereka tidak dapat lagi beroperasi dengan cara lama, dengan buku panduan untuk pasar yang sedang normal serta bergairah dan buku panduan lain untuk pasar yang sedang lesu dan mengalami resesi. Sekarang, perusahaan pada semua pasar harus mampu mengelola dan memasarkan di dalam lingkungan yang sampai tingkatan tertentu mengalamii turbulensi. Yang diperlukan saat ini adalah kerangka strategis baru untuk beroperasi di dalam turbulensi yang terus menerus dan tak dapat diramalkan. Chaotics menawarakan pendekatan disiplin untuk mendeteksi sumber turbulensi, memprakirakan kerawanan dan peluang yang diakibatkannya, serta mengembangkan respons kritis dan tepat untuk memastikan perusahaan terus sukses serta tubuh kembang. Targetnya adalah mencapai kesinambungan usaha. Semua pemimpin bisnis secara intens berfokus menciptakan strategi, struktur organisasi dan budaya perusahaan untuk memperoleh nilai konsumen superior sepanjang hayat suatu perusahaan. Di masa turbulensi, memaksimalkan perolehan nilai secara terus menerus dan berkesinambungan mensyaratkan adanya seperangkat perilaku baru. BAB 2 RESPONS SALAH DARI MANAJEMEN TERHADAP TURBULENSI SEKARANG MENJADI BERBAHAYA Satu-satunya kebenaran mutlak tentang ketidakpastian yang dihasilkan turbulensi adalah semakin lama turbulensi berrlangssung maka semakin waspada orang ketika tidak mampu meramal harapan pelangan, perusahaan cenderung meninggalkan prinsip inti. Hasilnya adalah kombinasi turbulensi yang sangat berbahaya dan mengggoyahkan persiapan perusahaan peling sehat dan terhormat, sekaligus mengurangi kemampuan pemipin bisnis mengambil keputusan yang masuk akal. Disiplin cenderung melemah ketika perekonomian menunjukkan tanda kegairahan yang melenakan. Eksekutif bisnis mendekati masalah dengan keyakinan berlebih, mengingkari bahwa perusahaan menghadapi bahaya nyata. Ketika kelesuan terjadi, mereka melakukan penghematansi semua lini, memangkas semua anggaran sampai jumlah karyawan. Keudian pemulihan dan membuka kembali kekuatan dan menjadi normal. Pendekatan ini merusak kompetitif dan kinerja keuangan. Di abad turbulensi, kerusakan ini tidak mungkin diperbaiki. Ketidakpastian ekonomi seperti obat kuat yang menyebabkan CEO terpengaruh dan melakukan kesalahan serius. Ketika panik meyebar dan memuncak, pemimpin bisnis mundur, memangkas biaya pada pos-pos yang keliru. Memecat bakat, menghindari risiko, memangkas anggaran teknologi, dan pengembangan produk serta yang paling buruk membiarkan ketakutan mendikte keputusan mereka. Tindakan ini bukan hanya menghambat tetapi dapat menghancurkan perusahaan. Risiko itu dapat diukur, jadi dapat diasuransikan, sedangkan ketidakpastian tidak. Meski suatu perusahaan sudah bertindak dengan penuh perhitungan, cermat dan cakap, salah seorang pemegang sahamnya tetap dapat menimbulkan turbulensi di dalam usahanya yang berpotensi mengempaskan perusahaan tersebut, dengan keras serta deras. Kaos datang lebih sering dan tak teerduga, manajemen harus lebih sadar setra sigap menghindari kesalahan paling umum yang perusahaan lakukan ketika turbulensi menyerang. Sejumlah perusahaan menjadi lebih kuat dan bernilai setelah turbulensi dibanding sebelumnya. Dengan mengambil keputusan strategis yang kadang berlawanan dengan kebijakan tradisional, perusahaan meningkatkan valuasi pasar saham melampaui sesama perusahaan lain dan memperoleh kekuatan lebih besar untuk membentuk industri. Berikut gambar yang menjelaskan hal-hal yang harus dilalui turbulensi. 1. mendekati 2. Di dalam turbulensi 3. Keluar dari turbulensi turbulensi Beberapa kekeliruan umum yang dilakukan para pemimpin bisnis ketika turbulensi melanda : Keputusan Alokasi Sumber Daya Yang Menghancurkan Strategi Dan Budaya Inti Setiap perusahaan memiliki pilihan-pilihan sulit khususnya ketika perekonomian mengetat, atau macet. Selama periode turbulensi, keputusan akan berdampak lebih luas tidak hanya pada keuntungan, tetpi terhadap karyawan, moral, budaya dan nilai inti perusahaan. Jangan pernah menyepelekan nilai-nilai init perusahaan. Merusak budaya dan mengalokasi ulang sumber daya dapat menimbulkan efek jangka panjang yang merusak. Tindakan itu tidak hanya memperlemah fundamental perusahaan, tetapi juga merusak merek. Jika perekonomian melesu, perusahaan memangkas anggaran pada pos-pos tertentu, bahan agar selamat perusahaan dipaksa mutlak melakukan penghematan secar dramatis. Intinya adalah jangan sampai tindakan menghemat biaya mengurangi kemampuan unik perusahaan, membuat perusahaan gagal memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan, atau membahayakan budaya serta nilai perusahaan. Jujurlah kepada diri sendiri. Penghematan Di Semua Lini Versus Tindakan Terfokus Dan Terukur Dalam bahasa China kata krisis berasal dari dua huruf yang berarti bahaya dan peluang. Kedua huruf ini melambangkan bahaya yang mengadang perusahaan yang melakukan penghematan di semua lini versus perusahaan yang tajam berfokus menghitung dimana penghematan terukur harus dilakukan. Manajemen harus menjaga fokus pada tujuan akhir, yakni tampil sebagai pemimpin setelah pasar kembali normal. Perusahaan yang memiliki kemampuan, kemauan, dan sumber dana sebaiknya meningkatkan belanja dan berfokus memperoleh pelanggan baru sambil mempertahankan pelanggan lama. Kemampuan artinya mereka mempunyai keterampilan memasarkan. Kemauan artinya mereka punya budaya yang tampaknya menentang arus. Sumber dana artinya mereke punya sumber daya sehingga mampu melakukan investasi. Kalau tidak punya aset seperti itu saatnya mempertahankan pelanggan lama. Perusahaan perlu memandang diri semata sebagai penyedia layanan. Layanan sebuah perusahaan adalah kombinasi identitas perusahaan bersangkutan, yakni merek, organisasi, dan produk. Jika salah satu dari ketiga identitas itu rusak, layanan juga rusak, dan nilai perusahaan juga. Jadi, ketika mempertimbangkan penghematan terukur dan terfokus, perusahaan perlu memperhatikan setiap penghematan yang dilakukan mempengaruhi beraga aspek biisnis agar proporsi nilai tidak rusak. Trik Cepat Untuk Mempertahankan Arus Kas Sehingga Membahayakan Para Pemangku Kepentingan Kesalahan fatal dalam strategi mahal harganya ketika perusahaan memilih trik cepat untuk mempertahankan arus kas. Profitabilitas adalah tujuan permainan, efek setiap e[utusan terhadap arus kas harus diertimbangkan. Jika trik-trik cepat diambil untuk memecahkan masalah disini dan sekarang juga, manajemen beresiko mengacaukan pertumbuhan masa depan perusahaan. Mengurangi karyawan, tergesa-gesa menjuali aset, mengurangai aktivitas pemasaran dan iklan, dan memangkas investasi pada riset dan pengembangan dapat memaksa perusahaan mendarat darurat. Mengurangi karyaawan pada semua lini selalu merupakan kesalahan. Ketika perusahaan memecat bakat, kemungkinan besar pesaing akan mempekerjakan bakat tersebut untuk membantu mereka mencari posisi ketika kondisi keuangan membaik sambil mendorong inovasi. Banyak perusahaan setia menunggu peluang untuk memanfaatkan saat-saat seperti itu guna merekrut individu kunci yang tidak mungkin dapat mereka goda ketika perekonomian sedang booming. Ketika pemulihan tiba, sumber daya yang paling sulit ditemukan perusahaan adalah bakat, bukan modal. Mengurangi Anggaran Pemasaran, Merek, Dan Pengembangan Produk Baru Ketika penghematan harus dilakukan, pemasaran selalu mendapat giliran pertama dan pengembangan produk baru menjadi yang kedua. Hal ini salah karena dapat menghancurkan pangsa pasar dan inovasi. Ketika memangkas anggaran pemasaran, jalan terbuka bagi pesaing untuk menyampaikan pesan mereka mendahului perusahaan dan merebut pengsa pasar saat pangsa pasar perusahaan hilang. Selama periode turbulensi,perlu waspada dan berfokus. Hindari tiga kesalahan besar dalam pemasaran yaitu : 1. Berusaha keras menarik pelanggan baru sebelum mengamankan produk inti. Berusaha memperluas daya tarik produk dan layanan inti untuk memuaskan audiens yang lebih luas sangat beresiko. Mungkin pelanggan terbaik dan paling setia semakin tidak puas sehingga mempertimbangkan pesaing. 2. Memangkas anggaran pemasaran. Anngaran pemasaran ketika perekonomian berturbulensi ibarat setitik air di padang pasir, semakin sedikit semakin besar nilainya. Memangkas anggaran pemasaran memneri pesaing yang tidak memangkas anggaran pemasaran kesempatan merebut konsumen yang berharga, karena anggaran pemasaran adalah oto bukan lemak. 3. Mengabaikan gorila seberat 900 pon. Informasi tidak berhenti mengalir 24 jam. Sebuah berita muncul, semua orang mengetahuinya. Selama pasar lesu, ketika turbulensi dan kaos berkepanjangan semua pelanggan serta pemangku kepentingan mengetahui bisnis sedang tidak bagus. Mengabaikan fakta ini dan yang labih buruk tidak memberitahukan perkembangan terbaru kepada mereka sangat berbahaya. Tidak mau berinvestasi pada pengembangan produk baru akan mencegah terciptanya nilai masa depan bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan. Ketika mengabaikan atau mengecilkan arti penting pengembangan produk demi menghemat uang, perusahaan tidak hanya membatasi potensi pertumbuhan, tapi juga menghalangi inovasi dan memberi pesaing yang telah berani mengambil risiko tersebut kemenangan. 10 kesalahan terbesar dalam inovasi yang dilakukan perusahaan selama turbulensi perekonomian : 1. Memecat bakat 2. Memangkas anggaran teknologi 3. Mengurangi risiko 4. Menghentikan pengembangan produk 5. Membiarkan direksi mengganti CEO berorientasi pertumbuhan dengan CEO yang mampu menghemat biaya 6. Menarik diri dari globalisasi 7. Membiarkan CEO mengganti inovasi sebagai strategi kunci 8. Mengubah ukuran kinerja 9. Lebih menekankan hierarki dibanding kolaborasi 10. Mundur ke benteng Salah satu kunci melewati turbulensi adalah berteguh hati. Ketika bisnis mengecewakan, lingkungan erekonomian yang sulit menjadi kambing hitam. Akan tetapi pada masa paling sulit pun, kinerja pemain tertentu lebih mengkilap dibanding yang lain. Satu-satunya cara keluar sebagai pemenang dalam periode turbulensi adalah memanfaatkan momentum, yaitu mengambil keputusan yang teguh dan praktis yang akan memberi perusahaan serta produk dan peluang yang bagus untuk bertahan, tumbuh dan berkembang. Menguragi Rabat Penjualan Dan Harga Paradoks harga adalah salah satu perangkap terbesar yang harus dihadapi manajemen ketika perekonomian sedang berada pada puncak kinerja. Akan tetapi penentuan harga bisa menjadi mimpi buruk bagi manajemen saat perekonomian memburuk dan penjualan mulai turun. Rabat/diskon harga adalah peluang, tapi jika dilakukan secara keliru dapat menghasilkan dampak yang mengancam dan melumpuhkan terhadap perusahaan. Diskon dapat mengorbankan laba. Dengan diskon 10 % saja, perusahaan harus menjual produk 50 % lebih banyak untuk memperoleh laba yang sama. Biaya juga meningkat dalam kompetisi “diskon” sehingga perusahaan dapat menddiskon diri dari bisnis. Daripada mmenurunkan harga,mencari cara untuk menambahkan nilai pada produk atau layanan lebih baik. Prororsi nilai tambah ini berarti dapat melepas sesuatu tanpa mengurangi laba. Jika dilakukan dengan benar, strategi ini dapat menambah pengalaman pelanggan ketika bertransaksi dan berhubungan dengan perusahaan. Pengaaman menyenangkan adalah kunci terulangnya transaksi bisnis dengan pelanggan sekaligus kunci menjadikan perusahaan mesin uang dalam jangka panjang. Menjauhkan Diri Dari Konsumen Dengan Mengurangi Anggaran Penjualan Ketika turbulensi labil, manajemen yang tidak secara terus-menerus mengevaluasi ulang biaya dan profitabilitas konsumen sesaat akan mengalami rugi dan akhirnya kehilangan pangsa pasar. Konsumen sesaat yang mencari penawaran terbaik akan kembali karena harga murah yang ditawarkan, mereka juga beralih ke orang lain yang menawarkan harga lebih murah. Manajemen yang menolak berinvestasi pada konsumen relasional, cepat atau lambat akan membahayakan perusahaan. Konsumen relasional yaitu mereka yang mencari merek atau keahlian terpercaya dan akan kembali tanpa memedulikan harga, cepat atau lambat akan membahayakan masa depan perusahaan. Menghilangkan Anggaran Pelatihan Dan Pengembangan Selama Krisis Ekonomi Ketika manajemen sedang berusaha bertahan dari badai, investasi pada pelatihan dan pengembangan bukanlah prioritas. Pelatihan dan pengembangan sering dianggap sebagai pengeluaran. Pelatihan memang tidak memengaruhi laba perusahaan, tetapi peluang untuk menemukan kelemahan sebelum terlihat oleh pesaing dan mengancam pertumbuhan. Pelatihan dan pengembangan membantu perusahaan mempertahankan para karyawan tetap siaga. Perusahaan yang tidak memperhatikan dan memahami nilai pelatihan dan pengembangan pada akhirnya akan kehilangan nilai pemangku kepentingan yang mau berinvestasi pada pelatihan dan pengembangan. Meremehkan Pemasok Dan Distributor Pemasok dan distributor membantu perusahaanmemperoleh kemampuan menggerakkan inovasi. Manajemen yang tidak menyadar arti penting pemasok dan distributor sebenarnya membuat perusahaan kehilangan uang lebih banyak. Pemasok dan distributor dapat membantu menurunkan pengeluaran jangka pendek serta memperkuat persiapan perusahaan ketika turbulensi mendera. Kaos selalu berusaha merusak hubungan ini. Kesalahan terhadap pemasok dan distributor sebelum turbulensi sama dengan kesalahan yang banyak dilakukan secara refleks selama turbulensi sebagai upaya untuk mempertahankan arus kas dan mempertahankan kapal. Periode turbulensi sebenarnya adalah periode kebenaran, selain juga periode yang sangat berbahaya. Mengelola dan menegosiasikan relasi dengan semua pemangku kepentingan menjadi semakin penting selama periode turbulensi. Selama periode turbulensi pemasok utama dapat membantu perusahaan dengan kombinasi produk yang lebih baik, produk baru, dan inovasi proses untuk mengatasi lebih banyak permasalahan serta mengurangi pengeluaran, atau bahkan sekedar membantu mereka dengan syarat pembayaran yang lebih longgar selama masa sulit. Pemahaman yang terpadu dan holistik atas semua pemangku kepentingan mutlak penting bagi keberhasilan perusahaan pada masa perubahan, yang dapat membantu mengambil keputusan yang benar. Jika perusahaan belum berhasil merangkul pemasok dan distributor terbaik serta berkualitas, perlu untuk meningkatkan hubungan dengan pemasok dan distributor yang tepat. Berikut penjabaran 10 kesalahan yang paling umum dilakukan perusahaan terhadap para pemangku kepentingan selama turbulensi. Masing-masing kesalahan diikuti dengan tindakan terbaik yang sebaiknya diambil. Kesimpulan Keputusan yang keliru oleh manajemen ikut berperan menghasilkan dan memperparah konsekuensi serta dampak yang muncul. Menejemen yang lebih memilih otak atik keuangan daripada menggarap fundamental inti akan memperparah kondisi tidak menentu yang ditimbulkan kaos. Ketika manajemen mengambil keputusan selama periode turbulensi, bentuk kerugian yang dialami bukan hanya dalam bentuk uang. Tidak mau menciptakan nilai selama periode turbulensi tidak hanya akan menenggelamkan kapal tetapi juga kru dan para penumpangnya. Keputusan yang buruk dan penilaian yang gegabah dapat menghasilkan pusaran dahsyat yang memaksa perusahaan berenang tanpa daya menuju pantai, yang lebih buruk tergolong oleh ombak raksasa. Selama masa turbulensi, yang dibutuhkan adalah pola pikir baru perencanaan serius dan strategi tepat. BAB 3 MODEL CHAOTICS : MENGELOLA KERAWANAN DAN PELUANG Selama periode kaos, pendekatan tradisional terhadap strategi membutuhkan prediksi dan presisi, yang sering membuat eksekutif meremehkan ketidakpastian serta kaos yang ditimbulkan oleh turbulensi yang tak teramal dan terjadi berulang-ulang. Inti pendekatan tradisional adalah asumsi bahwa dengan menerapkan seperangkat alat analisis yang ampuh, eksekutif dapat meramal masa depan bisnis secara akurat untuk memilih arah strategi yang jelas ke sana. Ketika masa depan benar-benar berturbulensi dan meningkat menjadi kaos luar biasa, pendekatan ini tidak berguna, bahkan berbahaya. Selama periode normal, kekuatan alami berbagai pemicu baru terjadinya turbulensi mulai berakumulasi yaitu kemajuan teknologi dan revolusi informasi yang terus berlanjut, teknologi dan inovasi pengganggu, semakin besar dan merisaukannya pengaruh pasar berkembang yang sedang berusaha ke posisi baru yang selama ini hanya dinikmati oleh elite pasar yang mapan, hiperkompetisi dan kompetitor yang makin agresif dan sekarang ikut menentukan aturan main, semakin banyaknya jumlah pemangku kepentingan di dunia usaha yang mau bersuara lantang, kekuatan baru yang dimiliki konsumen dan pemangku kepentingan lain untuk menciptakan gangguan terhadap perusahaan yang tidak sejalan dengan kepentingan makelar kekuasaan baru ini. Ketika berakumulasi dan semakin menguat, semua pemicu dapat meletus menjadi angin dan gelombang turbulensi. Turbulensi dapat muncu kapan saja, dan dimana saja, menimbulkan berbagai macam gangguan serta kaos terhadap dunia usaha. Perusahaan yang paling waspadalah yang telah memiliki sistem peringatan dini yang akan mampu mendeteksi turbulensi. Cara terbaik untuk melindunngi perusahaan adalah menyiapkan diri dan organisasi sebaik mungkin tetap paranoid serta selalu waspada. Turbulensi tidak mungkin diramal, jadi mengenali tanda-tandanya sedini mungkin menjadi faktor penting kesuksesan usaha pada masa mendatang. Turbulensi juga dapat membuka peluang barru bagi perusahaan yang dapat dimanfaatkan dengan model bisnis sekarang atau baru. Tiap-tiap perusahaan perlu menyisipkan tren dan peristiwa yang terjadi di lingkup industri serta perusahaan untuk memperkaya skenario. Impian utama semua pemimpin usaha adalah menciptakan perusahaan yang efektif, responsif, tumbuh, serta menguntungkan yang dapat mempertahankan diri demi kepentingan semua pemangku kepentingan. Setelah perusahaan maju berkat chaotics sasarannya sekarang adalah mewujudkan kesinambungan bisnis yang mantap. Untuk itu, perusahaan perlu memanfaatkan peluang yang dilahirkan kaos, serta mangambil semua tindakan protektif yang perlu untuk meminimalkan potensi kerusakan akibat terungkapnya kerawanan perusahaan. Berikut gambar keadaan dari turbulensi ke kesinambungan Titik belok kaos Titik belok kaos Mendeteksi menganalisis merespons Selain mengembangkan pola pikir baru eksekutif bisnis harus meninggalkan ketergantungan pada dua strategi tradisional, satu ketika pasar sedang bergairah dan satunya lagi ketika pasar sedang lesu. Perusahaan terus menerus menyesuaikan atau bahkan membuang strategi ketika lingkungan menuntut. Kesulitan utamanya adalah strategi mereka mulai mapan, sudah maksimal, dan semakin dalam terperosok selama periode normal, membuat mereka tidak siap ketika turbulensi terjadi. Berikut kerangka untuk sistem yang sangat baru, Sistem manajemen kaos : Manajemen kaotis adalah penddekatan sistematik untuk mendeteksi, menganalisis, marespons turbulensi, serta kaos yang ditimbulkannya. Sisitem manajemen kaotis terdiri atas 3 komponen berikut : 1. Mendeteksi sumber turbulensi dengan mengembangkan sistem peringatan dini 2. Merespons kaos dengan menyusun skenario kunci 3. Memilih strategi berdasarkan prioritas skenario dan perilaku risiko Menyusun Sistem Peringatan Dini Turbulensi bisa datang kapan dan dimana saja, turbulensi yang dapat dideteksi sebaiknya dianalisis dan direspons secepat mungkin agar kita mampu menemukan : peluang yang mungkin terungkap dan dapat dimanfaatkan, serta kerawanan sehingga dapat diminimalkan atau dibuang sama sekali. Turbulensi yang gagal dideteksi, termasuk yang terdeteksi tapi manajemen tidak mampu atau mau merespons akan menciptakan kaos bagi perusahaan. Sambil mulai mempertimbangkan pengembangan sistem peringatan dini yang efektif dalam perusahaan, para eksekutif bisnis perlu menetapkan tujuan sejelas mungkin. Selain mengeluarkan peringatan dan perintah waspada, sistem peringatan dini sebaiknya juga bertujuan mengidentifikasi serta mengurangi risiko, ketidakpastian, kerawanan, dan mengenali serta memanfaatkan peluang. Meningkatkan kesadaran dan mendidik individu dalam organisasi adalah tujuan penting. Sering kali, peringatan dini lebih banyak ditangkap oleh orang-orang di dalam organisasi yang tidak menyadari betapa penting apa yang mereka lihat. Sering kali ketika para pemimpin bisnis mulai mempertimbangkan untuk mengembangkan sistem peringatan dini resmi di dalam perusahaan, salah satu adalah keping-keping informasi penting dan intelijen pasar yang mereka serta organisasi lewatkan pada masa lalu serta menghadirkan kejutan besar bagi mereka. Faktanya adalah kejutan tidak terjadi sebagai akibat dari tidak adanya tanda-tanda awal, melainkan tidak adanya budaya dan pola pikir yang terbuka untuk mengenalinya. Area kunci perlu diperhatikan adalah konsumen dan kanal, pesaing dan pelengkap, teknologi baru dan perkembangan ilmiah (inovasi dan teknologi pengganggu), kekuatan politik, hukum, sosial, dan ekonomi, pemberi pengaruh dan pembentuk. Pakar sistem peringatan dini, Ben Gilad menekankan topik banyak perusahaan tidak mengetahui apa yang di depan mereka. Gilad berfokus pada lingkungan eksternal sehingga perusahaan dapat menghindari silap oleh hal-hal tak terduga. Sistem peringatan dini ala Gilad yang terdiri atas 3 bagian dirancang untuk menghindari “disonansi industri”, yang terjadi ketika realitas pasar jauh meninggalkan strategi perusahaan. Sistem Gilad melibatkan 3 komponen yang berbeda tapi saling tergantung, yaitu : 1. Identifikasi risiko, perkembangan potensi pasar dan industri apa saja yang akan menjadi ancaman bagi perusahaan. 2. Monitoring risiko, apa gerakan pesaing atau perkembangan di lanskap bisnis yang mengindikasi faktor-faktor ini bermain. 3. Tindakan manajemen, sudahkah para eksekutif disadarkan akan dinamika risiko dan dipersenjatai untuk memberikan respons yang cepat serta agresif sebelum organisasi mereka rusak. Menyusun Skenario Kunci Salah satu disiplin strategis inti dalam manajemen kaotis adalah bahwa seorang pemimpin bisnis harus menyatukan pandangan eksekutif puncak dari semua bagian, juga pakar di bidanga yang bersangkutan serta para pemangku kepentingan perusahaan, untuk mulai menyusun skenario kunci yang sangat mungkin akan dihadapi perusahaan. Minimal ada skenario terburuk, skenario yang paling diharapkan, dan skenario yang paling baik. Selama periode meningkatnya turbulensi, para pemimpin bisnis perlu mendorong kelompok untuk menyelidiki dan menganalisis situasi yang lebih mungkin, termasuk skenario yang paling ditakutkan. Menyusun skenario adalah salah satu metode perencanaan strategis yang organisasi gunakan untuk membuat rencana jangka panjang yang fleksibel. Menyusun skenario secara efektif mensyaratkan identifikasi pendorong turbulensi dalam lingkungan yang dapat menimbulkan kaos. Tren akan menangkap momentum dan kontinuitas, tapi orang juga harus mempertimbangkan kejadian-kejadian yang mengejutkan. Meski para pemimpin bisnis dan tim pelaksana mereka mulai menyusun berbagai skenario, semua tergantung pada seberapa besar tingkat ketidakpastian yang terjadi. Laporan terakhir McKinsey membagi ketidakpastian ke dalam empat tigkatan, dengan ciri khas masing-masing, yaitu : Tingkatan 1 : masa depan yang cukup jelas dan teridentifikasi, untuk mempermudah membuat ramalan masa depan manajer dapat menggunakan perkakas strategi standar seperti riset pasar, analisis atas biaya dan kapasitas pesaing, analisis rantai nilai. Tingkatan 2 : masa depan alternatif teridentifikasi, saat masa depan digambarkan sebagai satu dari beberapa skenario terpisah. Analisis tidak dapat menentukan konsekuensi mana yang akhirnya akan mencul, tapi membantu memantapkan probabilitas, sebagian atau semua elemen strategi kunci akan berubah jika salah satu konsekuensi yang diramalkan terwujud. Tingkatan 3 : serangkaian masa depan yang mungkin dapat diidentifikasi dengan sejumlah variabel kunci saja. Tidak ada skenario yang saling terpisah dari sananya, dan sejumlah atau semua elemen strategi akan berubah bersama setiap skenario. Di sini para manajer menyusun beberapa skenario karena sangat rumitnya faktor-faktor yang mendasari. Ada 3 aturan umum untuk mempermudah perencanaan skenario, yaitu kembangkan skenario alternatif secara terbatas saja, hindari mengembangkan skenario berlebihan yang tidak membantu proses pengambilan keputusan strategis, dan kembangkan seperangkat skenario yang secara bersama-sama menjelaskan rangkaian masa depan yang agak mungkin dan tidak harus seluruh rangkaian yang mungkin terjadi. Tingkatan 4 : ambiguitas selalu ada, saat sejumlah dimensi ketidakpastian saling berinteraksi untuk menciptakan lingkungan yang sama sekali tidak mungkin diprediksi. Para manajer dapat mengidentifikasi minimal beberapa variabel yang menentukan bagaimana pasar akan berubah seiring waktu. Deteksi dini perubahan pasar dan analogi dari pasar sejenis akan membantu menentukan apakah keyakinan seperti itu akan realistis. Kembali ke turbulensi yang dapat dideteksi, keterlibatan aktif dalam menyusun skenario memberi para pemimpin bisnis kemampuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam dan lebih lentur dalam menetapkan strategi. Berikut salah satu pendekatan penyusunan skenario yang efektif dan efisien, : 1. Putuskan pertanyaan kunci yang akan dijawab oleh analisis skenario 2. Tetapkan lingkup dan waktu analisis 3. Kenali pemangku kepentingan utama 4. Petakan tren dasar dan turbulensi serta kekuatan kaotisnya 5. Temukan ketidakpastian kunci yang melahirkan kaos 6. Tetapkan skenario kunci 7. Ukur skenario kunci, apakah relevan dengan tujuan, internal konsisten, orisinil dan mewakili situasi akhir yang relatif stabil 8. Maju ke skenario keputusan Menyusun rencana skenario membantu para pemimpin bisnis memahami bagaimana jalinan benang permadani yang sangat rumit bergerak jika salah satu atau beberapa helai darinya ditarik. Ketika para pemimpin bisnis dan tim-timnya mengeksplorai semua faktor bersama akan menyadari bahwa beberapa kombinasi tertentu dampak memperbesar dampak. Kesadaran ini bahkan mungkin memberi mereka pemahaman yang lebih besar atas kemungkinan-kemungkinan di masa depan. Memilih Skenario Dan Strategi Setelah menyusun skenario para pemimpin bisnis perlu mencari dan memilih yang paling mungkin. Untuk setiap skenario mereka harus mmenyusun respons strategi yang paling cocok. Akan tetapi bukan bberati mereka harus memilik satu dari tiga skenario dan strategi ini. Idealnya mereka sadar mereka tidak tahu apa yang akan terjadi. Mereka akan mengambil strategi yang cocok dengan risiko serta peluang yang mereka sudi terima. Intinya adalah terlalu banyak ketidakpastian untuk mengetahui skenario mana yang akan terjadi. Akan tetapi, latihan mencari strategi yang cukup efektif untuk apapun yang terjadi sangat bermanfaat. Sistem manajemen kaotis menghadapkan perusahaan pada sejumlah kerawanan juga peluang utama. Perusahaan dapat berusaha mengurangi kerawanan sambil tetap memperhatikan peluang yang paling menggiurkan. Perusahaan punya sistem yang lentur tergantug apa saja yang terjadi. Perusahaan juga perlu memantapkan sistem respons untuk masing-masing skenario sampai ke tiap bagian fungsional dan lokasi geografis. Kesimpulan Apa yang perusahaan miliki serta hasilkan tidak sepenting menanyakan kemampuan mereka mendeteksi turbulensi, mengantisipasi kaos dan mengelola risiko. Mengidentifikasi dan mengelola risiko bukanlah sesuatu yang kaku. Para pemimpin bisnis perlu terlebih dahulu membudayakan perilaku strategis dan disiplin baru dalam organisasi mereka untuk dapat menyusun skenario serta strategi mengatasi risiko terduga, dan sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul. Setelah sikap baru dan perlu ini membudaya dalam proses pengambilan keputusan sehari-hari, terciptalah momentum dan budaya yang secara sistematis menjinakkan kaos yang ditimbulkan turbulensi serta secara rutin mengalahkan para pesaing. Perusahaan semacam itu, akan sukses si era turbulensi, tidak peduli betapa besar kuat hembusan angin badai menerpa. BAB 4 MENDESAIN SISTEM MANAJEMEN UNTUK MENINGAKTKAN DAYA TAHAN Para pemimpin bisnis mesti punya nyali untuk mengajukan pertanyaan keras, bahkan lebih berani lagi menerima jawaban yang lebih keras. Manusia pada dasarnya enggan mengambil risiko menjelajah ke daerak asing, atau yang lebih buruk tidak menyenangkan. Pada saat yang sama, kita menerima dan mengambil risiko setiap hari, tidak peduli betapa merusak akibat yang ditimbulkannya. Para pemimpin bisnis dan staff eksekutif wajib memastikan perilaku serta strategi kaotis disuntik dan dicangkokkan ke organisasi. Dengan sistem manajemen kaotis, bukan menawarkan strategi khusus yang cocok bagi setiap perusahaan, melainkan kerangka perilaku strategis yang dapat disesuaikan. Sebelum melakukan pemangkasan menyeluruh atas anggaran belanja, para pemimpin perlu menemukan inefisiensi yang ada di salah satu atau beberapa bagian fungsional kunci mereka, keuangan dan teknologi informasi, produksi dan operasional, pembelian dan pengadaan, sumber daya manusia. Pada aktu normal, inefisiensi ini ditolerir. Namun pada periode turbulensi, inefisiensi semacam ini dapat sangat membahayakan perusahaan. Pemimpin bisnis perlu menyadari bahwa saat ini lingkungan berubah dengan cara yang makin sulit diprediksi. Untuk mengambil keuntungan dari lingkungan baru yang berturbulensi ini, perusahaan harus konsisten tumbuh semakin responsif, kokoh, dan tahan banting atau terancam gagal. Inilah tujuan implementasi sistem manajemen kaotis. Targetnya adalah para pemimpin bisnis mampu menciptakan organnisasi yang responsif, kokoh, dan tahan banting serta organisasi yang memiliki kemampuan untuk hidup serta bertumbuh kembang. Batasan sederhana dan lugas atas tiap-tiap dari ketiga karakteristik ini memperjelas cita-cita semua pemimpin bisnis. • Responsif adalah kemampuan untuk secara cepat bereaksi terhadap rangsangan dari luar. • Kokoh adalah kemampuan menahan tekanan, impitan, atau perubahan prosedur atau keadaan, yakni mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan di dalam lingkungan operasi dengan kerusakan, perubahan, atau hilangnya fungsionalitas secara minimal. • Tahan banting adalah mampu kembali ke bentuk atau posisi semula setelah dibengkokkan, diremas, atau diregang, dalam bisnis, tahan banting artinya mampu melenting atau memantul kembali. Sistem Manajemen Kaotis Untuk memberikan peta jalan yang jelas, guna mengimplementasikan sistem manajemen kaotis tersebut, proses yang lugas serta sangat terfokus seperti digambarkan seperti di bawah ini : SIKLUS IMPLEMENTASI KAOTIS Keuangan Dan Teknnologi Informasi Keuangan Ketika menyadari bahwa perekonomian atau bidang usaha memasuki periode krisis berkepanjangan, chief financial officer (CFO) dan eksekutif TI dapat membuat daftar ringkas perilaku strategis yang dikembangkan khusus untuk membantu bagian-bagian mereka membimbing perusahaan melewati area-area tempat mereka perlu bertindak untuk memangkas/menunda, mangalih daya, atau meningkatkan/mempercepat pertumbuhan perusahaan. Daftar perilaku kaotis bagi bagian keuangan dan teknologi informasi adalah perkakas sederhana serta ringkas yang memberi eksekutif bagian-bagian tersebut titik mulai saat bersiap-siap memasuki periode panjang abnormalitas. Contoh salah satu tindakan yang disarankan adalah meningkatkan/mempercepat reorganisasi yang menghasilkan keuntungan produktivitas secara nyata. Saran ini berlaku untuk perusahaan besar/kecil betapapun ukuran tantangan yang dihadapi. Ketika memasuki periode lesu, CFO cerdas umumnya mempertahankan leverage tetap rendah pada neraca saldo dan secara ketat mengawasi biaya operasional. Fundamental semacam itu memperbesar fleksibilitas strategis yang semakin besar manfaatnya selama resesi. Fleksibilitas dapat membuat perbedaan nyata karena membantu CFO memanfaatkan peluang yang mungkin muncul selama resesi berikutnya. CFO yang berhasil dapat memberi perusahaan fleksibilitas, secara khusus fleksibilitas terlihat jelas di neraca saldo dan operasi mereka, sebagai berikut : Fleksibilitas neraca saldo 1. Kapasitas meningkat secara konsisten • Terus dan meningkatkan kapasitas secara organis 2. Stock opname dan kewajiban berkurang • Persediaan tetap ramping, terus menaikkan level pra-resesi • Tetap mampu membayar pemasok lebih dini untuk memperoleh kontrak dengan persyaratan yang lebih baik 3. Kapasitas finansial guna memanfaatkan peluang • Rasio utang modal lebih kecil dibanding sesama pemain • Kemampuan pembiayaan secara internal meningkat berkat meningkatnya saldo tunai dan berkurangnya dividen Fleksibilitas operasional  Variabilitas biaya • Mengurangi biaya penjualan, umum, dan administrasi selama resesi • Membangun kemampuan untuk kembali berfokus guna menghemat belanja • Menjaga produktivitas karyawan tetap tinggi • Tidak mengurangi jumlah pegawai secara besar-besaran CFO dapat membuat neraca saldo fleksibel dengan mengurangi intensitas modal model bisnis, misalnya menolak godaan untuk menggunakan tambahan utang guna membiayai pertumbuhan dividen atau pembelian saham kembali. Potensi bekepanjangannya resesi seharusnya memaksa CFO memberlakukan rencana antisipatif yang lebih ketat guna mengelola risiko kradit, membebaskan kas, menjual aset, dan mengkaji ulang pertumbuhan. Resesi berkepanjangan bisa menjadi peluang bagus untuk merekrut talenta hebat baru sambil memastikan talenta yang saat ini dimiliki perusahaan dan dipertahankan. Resesi juga saat yang tepat untuk berinvestasi pada program-program strategis jangaka panjang dan membidik akuisisi strategis, khususnya akuisisi perusahaan yang sudah masuk layar radar, tapi masih terlalu mahal harganya pada masa makmur. Banyak fungsi dalam wilayah tanggung jawab CFO yang tidak menghasilkan nilai tambah, bukan karena CFO tidak memberi nilai tambah, melainkan karena layanan masih dilakukan secara internal. Layanan dukungan tertentu sebaiknya segera dialihkan daya karena menaikkan leverage CFO sepanjang waktu. Contoh : Fungsi : Alih daya ke :  Gaji dan pajak gaji  Manfaat karyawan  Publikasi  Perencanaan konferensi  Pengelolaan fasilitas  Investasi  Perusahaan jasa penggajian  Administrator rencana  Perusahaan penyedia layanan publikasi  Perusahaan perencanaan konferensi  Perusahaan agen eksternal tergantung fungsi  Pengelola aset ekksternal Umumnya, membangun fleksibilitas finansial dan operasional merupakan inti usaha CFO untuk memanfaatkan krisis. Oleh karena itu, eksekutif harus tahu bagaimana cara memvariasi biaya, dan CFO perlu mengetahui cara mempersiapkan neraca saldo. Pengalaman sukses perusahaan yang berhasil melewati badai perekonomian terburuk mempertegas bahwa perusahaan sebaiknya berhati-hati menjalin relasi finansial baru selama periode kaotis. Selama periode sulit, perusahaan perlu menjaga hubungan baik dengan mitra perbankan dan investor yang paling dapat diandalkan serta dipercaya. Teknologi informasi Selama periode sulit ataupun ekspasif perekonomian, eksekutif TI harus selalu mencari cara untuk memangkas pengeluaran dan memperbesar produktivitas. Ketika eksekutif bisnis dan TI secara bersama-sama memperhatikan proses-proses bisnis, investasi yang dilakukan menghasilkan sepuluh kali lipat efek strategi tradisional yakni memangkas anggaran TI. Triknya adalah memilah peluang, misalnya memperbaiki kualitas pengalaman pelanggan, mengatasi kebocoran laba, dan memperbesar leverage operasional. Usaha ini dimulai dengan survei produksi dan operasional, untuk menemukan area-area yang berpotensi menghasilkan laba jangka pendek serta efisiensi, kemudian mencari cara agar investasi TI dapat menghasilkan pengaruh nyata, menurut salah satu studi yang dilakukan McKinsey tahun 2008. Contoh :  Kelola penjualan dan harga  Optimalkan sumber dan produksi  Tingkatkan proses dan dukungan  Optimalkan manajemen biaya tak langssung (overhead) dan kinerja. Produksi/Operasional Dengan pemahaman awal, perencanaan, dan tindakan yang tepat eksekutif produksi serta operassional dapat memposisikan perusahaan tidak hanya agar selamat dari resesi ekonomi , tapi juga memperoleh keuntungan dalam jangka panjang dalam lingkungan baru memaksakan perubahan yang seharusnya sudah sejak lama dilakukan terhadap proses, termasuk sistem kendali yang mendorong timbulnya biaya tinggi dalam bisnis. Infrastruktur administrasi dan operasional sebuah organisasi cenderung tumbuh sangat lambat serta selektif selama perekonomian dalam kondisi bagus, tapi ketika bisnis jatuh, infrastruktur ini akan ditelaah habis-habisan dan menjadi korban pemangkasan di seluruh lini. Moral karyawan bagian produksi/operasional sangatlah penting untuk memastikan produktivitas tetap tinggi. Ketika proyeksi penjualan turun selama kondisi resesi ekonomi, level produksi perlu diturunkan secara proporsional. Tidak tepat jika memarkirkan modal kerja dalam bentuk persediaan berlebih. Manajemen harus mengidentifikasi biaya yang menyimpang dari level produksi dan memastikan biaya-biaya semacam itu dikurangi secara pas. Dalam struktur organisasi tradisional, unit-unit berada dalam organisasi dan di luar organisasi dan tidak berhubungan sama sekali . selama krisis, manajemen harus menggunakan pendekatan multidimensi untuk memperrtahankan atau meningkatkan margin perusahaan. Salah satu prioritas utama manajemen adalah membangun konsistensi produksi dan kebijakan perburuhan di seluruh organisasi. Berikut 10 langkah yang harus dilakukan perusahaan untuk berhasil melewati masa turbulensi perekonomian dengan selamat adalah : 1. Bergerak cepat untuk menghemat biaya dan mengendalikan belanja dengan mempersempit fokus bisnis 2. Hindari melakukan pemangkasan di semua lini 3. Pikirkan alternatif selain PHK 4. Berinvestasi pada peluang 5. Pertahankan dan kembangkan bakat utama 6. Pastikan setiap orang ada di halaman yang sama 7. Dorong pertanyaan da ide baru 8. Dinginkan keadaan 9. Berkomunikasi secara tulus 10. Ciptakan visi yang positif dan sikap yang mengakui realitas Pembelian/Pengadaan Eksekutif bisnis sudah lama sadar akan keuntungan strategis yang dapat diraih dengan cara cerdas memaksimalkan manajemen pembelian dan pasokan. Masalah utamanya mencakup rantai pasokan yang lebih kompetitif, pengembangan produk yang lebih baik, dan pemasaran yang lebih cepat. Bagi banyak perusahaan, peran bagian pembelian belum banyak bergesar diluar akar transaksi sempit bagian tersebut sebagai pembelian bahan, komponen, dan jasa. Persentase anggaran belanja barang dan jasa cukup signifikan dalam pengeluaran perusahaan sehingga para pemimpin bisnis mengetahui bahwa pembenahan bagian pembelian dapat berdampak langsung terhadap laba. Berikut daftar perilaku strategis kaotis untuk bagian pembelian/ pengadaan: STOP/ TUNDA ALIH DAYA TINGKATKAN/ PERCEPAT • Proyek belanja modal untuk meningkatkan kapasitas, bahkan dengan ROI tinggi • Relasi dengan pemasok baru, jaga hubungan baik dengan pemassok lama • Menggunakan pemasok non kunci • Pekerjaan desain dan rekayasa yang tidak berdampak terhadap keunggulan kompetitif • Produksi yang membutuhkan teknologi atau peralatan baru • Pengetahuan atas semua pemasok kunci • Meningkatkan relasi dengan semua pemasok kunci • Komunikasi dengan pemasok kunci • Audit pemasok bersama • Optimisasi rantai pasokan • Insentif bagi serikat dan pemasok untuk mengidentifikasi penghematan anggaran, peningkatan produktivitas, dan peluang meningkatkan laba • Pelatihan lintas fungsi untuk meningkatkan fleksibilitas produksi • Pelatihan staf bagian pembelian • Kepatuhan internal terhadap daftar pembelian • Kesepakatan lindung harga Untuk membantu eksekutif pembelian dan pengadaan yang perlu menaikkan level permainan selama krisis, ketika relasi antara perusahaan dan pemasok menjadi lebih longgar, berikut 10 trik untuk melakukan pembelian secara efektif. Trik-trik ini dikembangkan oleh guru-guru top pembelian dari organisasi yang baru-baru ini dinobatkan sebagai perusahaan terbaik oleh majalah purchasing. 1. Tingkatkan relasi dengan pemasok, hindari relasi yang terlalu akrab atau terlalu bermusuhan 2. Buat kartu skor untuk melacak layanan, kualitas, pengiriman, dan harga yang ditawarkan pemasok 3. Cari informasi yang benar, hitung dengan benar jumlah pemasok yang digunakan, naikkan volume bersama pemasok 4. Ciptakan staf pembelian dengan keterampilan yang tepat, staf dengan analitis untuk mengetahiu secara lengkap apa yang dibeli 5. Suruh tim eksekutif memberikan dukungan 100% bagi pembelian 6. Berlakukan daftar pemasok favorit 7. Ciptakan tim yang dipimpin secara terpusat tapi implementasinya setempat 8. Kembanngkan strategi bernegosiasi yang mantap 9. Manfaatkan teknologi untuk meninggalkan pesaing 10. Rancang program insentif yang benar-benar menguntungkan bagi individu yang bersangkutan dan perusahaan Sumber Daya Manusia Selama resesi, proyek ditangguhkan, beberapa anggota staf kehilangan pekerjaan, dan moral mulai runtuh. CEO mencari eksekutif SDM untuk menjaga segala sesuatu tetap dijalur selama periode tersebut. Memaksimalkan kinerja karyawan dalam situasi ini kelihatannya tugas mustahil, disinilah peran besar eksekutif SDM diperlukan. Disinilah kejujuran dan keterbukaan terhadap karyawan, mengganjar mereka dengan cara yang kreatif serta memberi mereka tanggung jawab untuk mengambil keputusan sulit yang tidak hanya mempertahankan motivasi organisasi, tapi juga menyelamatkan perusahaan. Berikut 10 trik SDM yang dapat secara efektif membantu perusahaan bergerak maju saat perekonomian macet, : 1. Tetap melakukan rekrutmen 2. Hindari merekrut masalah, tidak menurunkan stadar rekrutmen 3. Bagi sumber daya secara bijak 4. Bicara, jujur kepada karyawan tentang situasi sulit yang dihadapi, buat mereka menangkap gambaran asli kondisi keuangan saat ini. Karyawan sering rela dipotong gaji dan berubah asa memahami faktanya. 5. Jangan hanya mengandalkan pesan CEO 6. Lihat sisi terangnya. Beri karyawan masukan positif, pertimbangkan insentif nontunai, meminta karyawan berbuat yang terbaik 7. Terus melatih orang-orang. Selama krisis, orang membutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang baru 8. Bentuk tim untuk memperbaiki kerusakan 9. Tuntaskan, perubahan harus menyeluruh atau tidak sama sekali. 10. Pertahankan karyawan berkinerja hebat. Kesimpulan Tujuan chaotics adalah memberi pemimpin bisnis pedoman yang jelas untuk mewujudkan organisasi yang responsif, kokoh dan tahan bantin, yang mampu bereaksi cepat dengan lingkungan yang terus berubah. Dengan menerapkan perilaku strategis kaotis, eksekutif bisnis akan bergerak maju untuk mengamankan masa depan perusahaan darii lingkungan yang idak dapat diramal pada masa depan. Penerapan perilaku strategis akan mengawali proses panjang dan lama untuk menciptakan budaya baru. Dan pada akhirnya organisasi akan memperoleh keterampilan kolektif untuk menciptakan budaya positif yang kuat mengakar guna mewujudkan kesinambungan usaha jangka panjang pada masa mendatang. BAB 5 MENDESAIN SISTEM PEMASARAN UNTUK MENINGAKTKAN DAYA TAHAN Meningkatnya kecepatan perubahan, tingkat kerumitan, dan risiko serta ketidakpastian telah menjadi realitas pemasaran baru pada abad turbulensi. Untuk melindungi diri dari kejutan dari luar akibat turbulensi dan kaos yang dapat menghancurkan bisnis, perusahaan harus meningkatkan kemampuan bertahan di semua tingkatan,khususnya di bidang pemasaran dan penjualan. Pemasar perlu menguasai kemampuan bertahan jika ingin menerobos kaos, dan menjalin hubungan dengan konsumen. Daya tahan membantu pemasar mengubah kecemasan menjadi tindakan dan kesulitan menjadi keteguhan hati. Pemasar hebat membangun kapasitas internal untuk menduga yang tak terduga. Saat ini konsumen mengalami pergeseran minat, anggaran, dan nilai. Distribusi punya wajah baru sementara saluran komunikasi muncul. Pemain baru juga bermunculan. Undang-undang baru pemerintah diberlakukan, turbulensi terjadi sepanjang waktu. Perkembangan ini menempatkan perusahaan untuk meneruskan strategi yang sama atau mengakui adanya kebutuhan akan strategi yang lebih baru. Tugas pertama adalah mengakui perubahan besar telah terjadi dalam lanskap pemasaran. Berikut daftar 4 perubahan kunci yang mewajibkan manajer dan manajer pemasaran menganut pola pikir baru yang benar-benar radikal. Empat perubahan kunci dalam lanskap pemasaran 1. Konsumen sekarang lebih pintar, lebih berdaya, dan menemukan informasi apapun atas suatu produk, jasa, atau perusahaandengan internet dan jejaring sosial. 2. Konsumen semakin siap membeli dan memercayai merek toko terkenal jika harganya lebih murah dibanding merek nasional yang gencar promosi. 3. Pesaing mampu mencontoh produk baru atau layanan baru apapun dengan cepat hingga memangkas imbal investasi sang inovator, keunggulan kompetitif tidak berumur panjang. 4. Internet dan jejaring sosial telah melahirkan media serta sumber informasi baru secara radikal, juga sarana baru untuk bertransaksi langsung dengan pelanggan. Perubahan itu memaksa manajer dan pemasar menganut pola pikir yang benar-benar baru. Perusahaan cerdas mengubah cara berpikir lama ke cara berpikir baru. Manajer perlu mengetahui dan mencermati ciri khas yang umumnya membedakan perusahaan dengan pemasaran yang buruk, bagus dan hebat. CIRI KHAS PERUSAHAAN DENGAN PEMASARAN BURUK, BAGUS DAN HEBAT Buruk Bagus Hebat Dikendalikan produk Dikendalikan pasar Mengendalikan pasar Orientasi pasar mahal Orientasi segmen Orientasi ceruk Menawarkan produk Menawarkan produk dengan kelebihan Menawarkan solusi bagi konsumen Kualitas produk rata-rata Lebih baik dari rata-rata Legendaris Kualitas jasa rata-rata Lebih baik dari rata-rata Legendaris Orientasi fungsi Orientasi proses Orientasi hasil Bereaksi terhadap pesaing Mencermati pesaing Melompati pesaing Eksploitasi pemasok Preferensi pemasok Kemitraan dengan pemasok Eksploitasi diler Dukungan diler Kemitraan dengan diler Dikendalikan harga Dikendalikan kualitas Dikendalikan nilai Kecepatan rata-rata Lebih baik dari rata-rata Legendaris Hierarki Jejarig Kerja sama tim Terintegrasi secara vertikal Organisasi rata Aliansi strategis Dikendalikan pemegang saham Dikendalikan pemangku kepentingan Dikendalikan masyarakat Reaksi Umum Bagian Pemasaran Terhadap Krisis Posisi bagian pemasar pada masa turbulensi akan berubah karena respon konsumen terhadap resesi mengubah perilaku dan nilai. Pikirkan konsumen, saat dihadapi pada kemungkinan datangnya masa sulit, atau kehilangan pekerjaan, konsumen akan mengurangi belanja. Berikut 3 perilaku yang mungkin ditunjukkan konsumen : 1. Konsumen beralih ke produk dan merek yang lebih murah 2. Konsumen mengurangi atau menunda belanja kebutuhan non pokok, seperti mobil, perabotan, peralatab rumah tangga besar, dan liburan mahal. 3. Konsumen berhenti belanja di tempat yang jauh dan mulai lebih banyak membeli dari pemasok yang lebih dekat dari rumah atau tempat kerja. Perusahaan akan dipaksa mengurangi anggaran dan menghemat modal. Mereka akan mengambil langkah-langkah sebagai berikut : • Mengurangi prduksi dan pesanan barang dari pemasok • Memperlambat kecepatan investasi modal • Mengurangai anggaran pemasaran secara substansial • Menunda pengembangan produk baru dan membatalkan proyek besar baru Respons Strategis Bagian Pemasaran Terhadap Krisis Selama periode turbulensi, konsumen akan berubah, maka manajer harus berubah. Jika tahu ke arah mana konsumen bergerak, maka harus siap menyesuaikan tawaran. Tidak cukup memangkas anggaran, tapi juga menyesuaikan rangkaian produk dan paket jasa. Perusahaan manapun yang sedang merangkul konsumen berkantong tipis perlu melihat lagi alternatif yang mereka miliki dan mempertimbangkan dengan matang implikasi setiap langkah yang diambil . konsumen memiliki harapan dan pengalaman tertentu, jadi perusahaan harus memutuskan kombinasi strategi terbaik yang akan membuat pelanggan tetap datang. Perusahaan harus memilih langkah yang akan menjaga proporsi nilai yang ditawarkan dan tetap menarik meski sedang berhemat. Perusahaan juga harus memilih kombinasi strategi dengan melihat apa yang pesaingnya sedang lakukan. Perusahaan juga harus berpikir positif tentang peluang yang mungkin muncul dari turbulensi. Rencana pemasaran abad turbulensi ini perlu luwes dan tahan banting. Salah satu tantangan terbesar pemasar adalah menjaga agar pemangkasan anggaran tidak sampai dilakukan, minimal mempertahankan anggaran pra resesi dan kalu bisa menaikkannya. Pemasar perlu mengembangkan pola pikir baru yakni selalu siaga unttk mengaktifkan program pemasaran respons otomatis saat turbulensi melecut cemeti dan kaos memegang kendali. Untuk itu pemasar perlu mencamkan 8 faktor penting saat menyusun strategi pemasaran kaotis : 1. Amankan pangsa pasar segmen konsumen inti 2. Berbuat secara agresif untuk merebut pangsa pasar lebih besar dari pesaing yang sedang membidik segmen konsumen inti 3. Memperbanyak riset konsumen sekarang karena kebutuhan dan keinginan konsumen sedang memuncak 4. Usahakan untuk menaikkan atau minimal mempertahankan anggaran pemasaran 5. Berfokus pada main aman dan tekanan nilai inti 6. Segerra buang program yang tidak bermanfaat 7. Jangan mendiskon merek terbaik 8. Selamatkan yang kuat, abaikan yang lemah, memperkuat merek produk yang paling kuat. Hambatan Operasional Yang Dihadapi Bagian Pemasaran Bagian pemasara biasanya dikepalai oleh direktur pemasaran, wakil direktur pemasaran, atau Chief Marketing Officer (CMO). Ketika diperintah memangkas anggaran pemasaran karena perekonomian sedang lesu, mungkin jawabannya perlu anggaran sebesar sekarang untuk mempertahankan penjualan. Jika mereka memangkasnya penjualan aan jatuh lebih cepat. Pilihannya sekarang adalah aktivitas pemasaran mana yang perlu di pangkas. Riset pemasaran Eksekutif pemasaran pasti ingin melakukan riset pemasaran untuk mengetahui bagaimana konsumen berubah. Jika tidak, mereka hanya mengandalkan intuisi pribadi dan pendapat serta masukan staf penjualan. Produk Sekarang waktunya mengkaji seluruh rangkaian produk. Harapannya setiap rangkaian produk terdiri atas para pemenang hari ini dan kemarin yang dapat diandalkan. Barang yang tidak terlalu laku ditolerir selama periode normal. Namun, sekarang bukan periode normal, perusahaan perlu memutuskan produk mana yang harus disingkirkan karena tidak begitu menjanjikan keuntungan. Atau membuat produk yang lebih sederhana dengan fungsi terbatas untuk merangkul pembeli yang ingin produk dengan harga lebih murah. Pengenalan produk baru Mungkin ada bebreapa ide produk baru dan menjanjikan. Berberapa pencarian konsumen akan harga lebih murah atau nilai lebih tinggi. Produk baru seperti itu dapat diprioritaskan karena mampu menjawab permasalahan yang dihadapi konsumen. Jasa/ layanan Perusahaan perlu membedakan antara layanan yang penting untuk produk yang dibeli dan layanan yang lebih mmerupakan pelengkap. Profitabilitas dan tingkat keperluan aneka layanan perlu dikaji. Iklan Perusahaan yang membelanjakan banyak uang untuk membeli iklan TV sebaiknya memangkas atau menghapus belanja seperti ini. Bukti nyata efektivitas iklan seperti ini belum dapat dibuktikan. Jika tidak membawa informasi baru, yang relevan dengan situasi konsumen selama resesi, iklan semacam itu harus dibatalkan kepala pemasaran harus mempertimbangkan kembali belanja perusahaan pada media lain, seperti koran, majalah, radio dan baliho. Perusahaan perlu memanfaatkan situs jejaring sosial untuk menyampaikan pesan yang relevan kepada konsumen tertentu. Harga Perusahaan pasti mengalami tekanan kuat untuk menurunkan harga, khususnya jika kompetitor mengambil jalur yang sama. Ada dua kemungkina untuk menurunkan harga, pertama, perusahaan menawarkan versi produk yang lebih sederhana dengan harga lebih murah, kedua menawarkan harga obral, diskon, atau rabat atas produk sekarang Margin Yang diperlukan untuk menyeimbangkan volume penjualan dan margin lama selama periode turbulensi adalah seorang pemasar berpengalaman yang cakap melayari perairan yang ganas. 3 masukan untuk menjaga margin tetap mengapung sementara menyelam pangsa pasar yang lebih dalam, : 1. Penyesuaian harga dan proporsi nilai harus memperhatikan kebutuhan konsumen yang berubah 2. Selalu waspadai perubahan mendadak dalam struktur harga 3. Selalu mutakhirkan data sensivitas harga. Distribusi Banyak perusahaan beroperasi lewat perantara yang membawa dan menjual produk perusahaan ke konsumen mereka sendirri. Perusahaan memilih perantara secara cermat juga mengaudit hasil-hasil mereka. Kadang, perantara tertentu menunjukkan kinerja yang luar biasa, ada juga perantara yang bahkan tidak menghasilkan cukup pemasukan untuk membayar jasa mereka. Hambatan Opersional Yang Dihadapi Bagian Penjualan Kecenderungan alami staf bagian penjualan adalah panik. Sebelum putus asa, eksekutif penjualan perlu mulai mencari peluang tersembunyi selama krisis ekonomi. Selanjutnya mereka perlu menginformasikan peluang-peluang baru yang ditemukan kepada tim penjualan. Pertama, cari titik kuat dan titik lemah tim penjualan, yang dapat dijadikan latihan untuk memperkuat seluruh operasional penjualan, menjadikannya lebih kompetitif saat keadaan mulai membaik. Kedua, krisis ekonomi menawarkan peluang untuk melakukan hal-hal yang seharusnya sudah sejak dulu dilakukan, termasuk menghapus promosi penjualan yang tidak terlalu sukses atau melepas staf penjualan yang tidak berkinerja bagus yang sudah diberi cukup kesempatan untuk memperbaiki penjualan selama periodde bagus. Ketiga, resesi ekonomi mutlak menghasilkan peluang baru karena banyak yang berubah. Konsumen sekarang mencariproporsi nilai baru yang lebih pas dan sesuai untuk masa-masa sulit. Mereka perlu lebih banyak barang dengan lebih sedikit uang, dan staf penjualan perlu membantu mewujudkannya. Bagian pemasaran dan bagian penjualan perlu mempererat komunikasi untu menentukan proporsi nilai baru yang konsumen butuhkan. Ada 6 langkah kunci yang eksekutif penjualan dapat ambil untuk memotivasi tim penjualan di tengah krisis dan meningkatkan penjualan yang saat ini sedang sangat diperlukan : 1. Perlunya berhubungan langsung dengan konsumen 2. Bangun semangat tim 3. Jangan menyerah pada tekanan untuk melakukan transaksi apapun 4. Cari cara baru untuk memotivasi tim penjualan 5. Jaga harapan tetap tinggi, tapi bukan mustahil. Tidak menetapkan sasaran terlalu rendah atau terlalu tinggi. 6. Lindungi gaji pokok ti penjualan Kesimpulan Periode turbulensi mengharuskan banyak perubahan dalam pemasaran. Yang paling buruk adalah memangkas anggaran pemasaran di semua lini. Kepala pemasaran dapat berusaha mempertahankan anggaran lama, khususnya sebagai cara terbaik untuk mempertahankan penjualan, tapi mungkin gagal meyakinkan CEO dan CFO. Aktivitas utama pemasaran yang perlu ditinjau ulang dan potensi penghematan seperti riset pemasaran, kombinasi produk, layanan, harga, serta distribusi. Semua aktivitas tersebut saling berinteraksi, pemangkasan di satu area akan berdampak di area lain. Perusahaan perlu mengembangkan visi tentang respons strategis dan taktis yang tersedia selama krisis. Perusahaan harus mengembangkan potensi skenario dan menyusun rencana respons yang tepat untuk menghadapi masin-masing skenario tersebut. BAB 6 TUMBUH DAN BERKEMBANG PADA ABAD TURBULENSI : MEWUJUDKAN KESINAMBUNGAN USAHA Dunia bisnis sekarang pesaing mungkin saja juga konsumen, pemasok, distributor atau investor. Satu entitas dapat memainkan banyak peran. Artinya menghancurkan pesaing dapat membahayakan diri sendiri. Kesinambungan Usaha Kesinambungan usaha difokuskan pada semua permasalahan yang erat terkait dengan usaha memperpanjang hidup perusahaan selama mungkin. Kesinambungan nisnis menyasar strategi komprehensif untuk memaksimalkan nilai fundamental perusahaan dalam jangka lebih panjang, sekaligus mengoptimalkan kinerja serta nilai perusahaan dalam jangka pendek dan menengah tapi jangan sampai mengganggu nilai jangka panjang. Kesinambungan usaha terdiri atas sejumlah komponen, termasuk strategi yang benar-benar responsif, kokoh dan tahan banting. Menjaga aset tetap terpelihara dengan baik, menghasilkan produk atau jasa yang inovatif secara terus menerus, serta membangun reputasi yang bagus di mata konsumen, karyawan, distributor, pemasok, pemerintah, serta pemangku kepentingan lain yang menanamkan modal dalam perusahaan. Beberapa ciri khas perusahaan yang telah mencapai kesinambungan usaha dalam jangka panjang, yaitu : • Visi ganda Perusahaan perlu beroperasi dengan satu mata terfokus pada jangka pendek, dan satu mata lain terfokus pada jangka panjang. Yang dibutuhkan adalah menyeimbangkan kedua visi tersebut pada saat normal juga turbulensi : Rencana hari ini  Menetapkan bisnis dengan jelas  Membentuk bisnis untuk memenuhi kebutuhan konsumen hari ini  Meningkatkan keselarasan antara aktivitas fungsional dan batasan bisnis  Bercermin pada aktivitas bisnis saat ini  Mengoptimalkan operasi saat ini untuk meraih keutamaan Rencana besok  Mendefinisikan kembali bisnis  Membentuk bisnis untuk bersaing merebut konsumen dan pasar masa depan  Berani meninggalkan cara-cara lama dalam berbisnis  Mereorganisasi untuk menghadapi tantangan bisnis pada masa mendatang  Mengelola perubahan untuk menciptakan operasional dan proses-proses masa depan Berfokus pada hari ini membentuk bisnis yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen hari ini, dan berfokus pada esok hari mengarah pada pembentukan kembali perusahaan agar dapat bersaing secara lebih efektif pada masa mendatang. • Perencanaan 3 jangka Perusahaan perlu membuat perencanaan tiga jagka, yaitu : Jangka pendek Kotak jagka pendek mengelola saat ini, yang berisi proyek-proyek untuk meningkatkan bisnis inti, yang merupakan upaya menutup kesenjangan kinerja bisnis inti. Jangka menengah Kotak jangka menengah melupakan masa lalu tertentu berisi proyek yang diarahkan utuk mengisi ruang kosong disamping bisnis inti untuk mengisi kesnjangan peluang. Jangka panjang Kotak jangka panjang adalah ruang yang benar-benar baru, berisi konsep masa depan yang mungkin atau mustahil terwujud. Proyek ini memiliki ciri khas tingginya rasio asumsi terhadap pengetahuan. • Reputasi perusahaan 6 faktor spesifik untuk menentukan rating reputasi perusahaan yaitu : 1. Daya tarik emosional 2. Produk dan layanan 3. Lingkungan kerja 4. Kinerja finansial 5. Visi dan kepemimpinan 6. Tanggung jawab sosial Perlu waktu untuk membangun reputasi. Jika kuat, reputasi akan membawa perusahaan melewati krisis dan menuju masa depan yang awet. Reputasi dapat dengan mudah dan dalam sekejap hancur. Reputasi dapat hancur dalam semalam akibat salah perhitungan, skandal, atau kelalaian dalam menjaga kualitas atau integritas. • Antusiasme dan advokasi konsumen Perusahaan ingin membangun basis konsumen yang kuat dan puas yang akan kembali serta membeli lagi darinya. Lebih mudah menjual lebih banyak kepada konsumen yang sama daripada harus mencari konsumen baru. Tujuannya adalah membangun konsumen setia dan berharap mereka tidak hanya akan terus membeli dari perusahaan, tapi juga bercerita tentang keunggulan perusahaan kepada yang lain. Kesimpulan Chaotics dapat membantu pemimpin bisnis mengembangkan indra yang lebih tajam terhadap tantangan baru yang menunggu mereka dan perusahaan saat mulai menyadari serta bersiap menerima normalitas baru, turbulensi dan kaos yang semakin meningkat. Chaotics saat ini memberi pemimpin bisnis alat dan perkakas yang tepat untuk sukses melayari perairan tak menentu yang akan terus menghadang semua bisnis mereka pada era ini, abad turbulensi.